4 Tempat Terbaik untuk Mendekatkan Diri dengan Alam yang Hijau dan Segar di Magelang

Magelang adalah tujuan wisata yang memiliki berbagai macam keajaiban alam yang cukup dekat dengan kota Yogyakarta dalam perjalanan menuju candi Borobudur, Pawon dan Mendut yang megah.

Kota Magelang diapit di antara dua gunung (Gunung Merbabu dan Gunung Sumbing) dan berbatasan dengan dua sungai (Sungai Progo dan Elo), yang membuat kota ini menjadi subur. Magelang terletak di perempatan antara Yogyakarta di selatan dan Semarang di pesisir utara, dalam perjalanan menuju Borobudur. Terletak 43 km di sebelah utara Yogya, dan 75 km di selatan Semarang, ibu kota Jawa Tengah.

Setelah mengunjungi candi-candi yang megah, jalan menuju Magelang akan membawa Anda ke tempat-tempat indah seperti Punthuk Setumbu, Gereja Ayam di Bukit Rhema, Puncak Suroloyo dan Museum Seni kontemporer Oei Hong Djien, yang dikenal sebagai Museum OHD. Udara dingin yang menyegarkan di kota Magelang yang indah pasti akan menyegarkan Anda. Keindahan pegunungan hijau dan lembah yang membentang akan terungkap sebelum Anda berkendara melewati lahan pertanian yang subur ini. Berikut adalah beberapa wisata alam terindah di sekitar Magelang.

 

Hutan Pinus Kragilan

Melalui platform media sosial yang berkembang pesat,  memungkinkan semua orang berbagi sesuatu secara real time, yang telah membawa tempat ini menjadi terkenal. Di sini Anda akan disambut di gerbang yang berbunyi: "Top Selfie Pinusan Kragilan", menunjukkan bahwa tempat ini memiliki banyak tempat di mana Anda dapat mengambil pemotretan luar biasa.

Garis pohon pinus yang anggun yang melindungi daerah subur memberi perasaan seolah-olah Anda dibawa ke hutan Eropa, dikelilingi oleh udara dingin dan berkabut. Jalan utama yang landai adalah salah satu tempat yang paling banyak difoto, karena indah berbatasan dengan kedua sisi oleh pohon pinus yang tinggi.

Anda mungkin melihat pasangan mengambil gambar pre-wedding, atau sekelompok anak muda mendaki buaian berwarna-warni untuk mendapatkan gambar unik, yang kemudian akan di upload ke instagram atau facebook . Bertengger di sepanjang lereng Gunung Merbabu, tempat yang indah ini benar-benar tempat yang menenangkan untuk bersantai di antara kekayaan alam.

 

Gunung Andong

Jika Anda berencana untuk tinggal lebih lama di Magelang, maka Anda pasti harus pergi untuk berwisata ke Gunung Andong. Terletak di Kecamatan  Grabag, gunung ini belum pernah merekam aktivitas gunung berapi. Pada ketinggian sekitar 1.736 meter, gunung ini merentang antara kota Ngablak dan Tlogorejo.

Medan landai yang relatif lembut memberi kesempatan bagi pendaki pertama kali untuk menguji ketangkasannya. Waktu berlalu dengan panorama yang menawan di sekitar dan angin sepoi-sepoi mengantar Anda selama tiga jam berjalan ke puncaknya. Nikmati pemandangan yang menakjubkan saat Anda mencapai puncak dan hirupkan perasaan ajaib saat matahari menghangatkan bumi dan menyinari lembah hijau ini.

 

Air Terjun Sekar Langit

Ini adalah air terjun setinggi 25 meter yang terkenal karena cerita rakyat legendaris Jaka Tarub dan Nawangwulan, kisah cinta antara manusia dan bidadari cantik. Air terjun yang menyegarkan karena terletak di pegunungan yang ditutup oleh selaput pohon tropis dan semak lebat. Terletak sekitar 30 menit dari Magelang, di kaki Gunung Telomoyo di Grabag, mudah diakses baik dari Magelang maupun dari Salatiga.

 

Rafting Sungai Progo

Sungai Progo adalah sungai terbesar di Jawa Tengah dan juga dikenal sebagai salah satu lokasi pengumpulkan batu-batu besar untuk pembangunan Candi Borobudur. Sungai yang sangat bagus untuk arung jeram dan dibagi ke dalam Progo Bawah dan Progo Atas, masing-masing memiliki karakternya yang sedikit berbeda.

Jalur Progo Bawah dimulai dari jembatan di Desa Klangon dan berakhir di Desa Dekso. Ini memiliki rute berkelok-kelok sepanjang 26 km, yang membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk menavigasi. Padahal, Progo Atas membentang hanya 10 km dan memakan waktu sekitar 2-3 jam untuk meluncur turun dari titik awal dekat Gunung Sumbing. Kedua peregangan tersebut menawarkan tingkat kesulitan dari III ke V, yang berarti bahwa hal ini dapat dinavigasi hanya oleh mereka yang memiliki pengalaman sebelumnya dalam arung jeram arus cepat.

Batu-batu besar yang tersebar memberi banyak turunan spontan dan rintangan yang cukup berat, yang bisa dikelola oleh rafter yang terampil saja. Selama perjalanan, Anda akan beristirahat di suatu daerah untuk menarik napas dan menyerap panorama sekitarnya yang menakjubkan ini.