Favorit

8 Alasan Mengunjungi Taman Nasional Komodo yang Megah

Terletak di antara pulau Sumbawa dan Flores di provinsi Nusatenggara Timur,terdapat Taman Nasional Komodo yang luas dan mengesankan. Pada tahun 1986, taman tersebut dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia dan Cagar Biosfer oleh UNESCO. Taman Nasional Komodo mencakup 29 pulau vulkanik (termasuk 3 pulau besar yaitu Rinca, Padar dan Komodo) dan merupakan rumah bagi sekitar 2.500 komodo dan fauna terestrial lainnya seperti berbagai spesies reptil, burung dan mamalia. Kawasan tamannya beragam dan unik, terdiri dari bukit pegunungan, hutan hujan tropis, padang rumput, dan pantai berpasir putih murni yang memiliki keanekaragaman hayati laut yang kaya. Lingkungan laut di Taman Nasional Komodo adalah salah satu yang terkaya di dunia flora dan fauna dan masih belum ditemukan. Taman seluas 2.000 km2 (yang mencakup tanah dan air yang dilindungi), diakui sebagai kawasan prioritas konservasi global dan memiliki berbagai atraksi alam.

Berikut adalah 8 tip untuk membantu Anda menjelajahi Taman Nasional Komodo yang hebat ini.

1. Komodo

Panjangnya mencapai 3 meter dan beratnya di atas 70kg, Komodo (atau dikenal sebagai Varanus Komodoensis) adalah kadal dan reptil terbesar di dunia. Komodo diidentifikasi dengan ukurannya yang besar, kepala datar, kaki tertekuk, ekor tebal panjang dan lidah berbentuk garpu. Komodo bisa berlari dan berenang hingga 20kph dan memiliki penglihatan yang bagus dimana bisa melihat objek dari jarak 300m. Pemangsa yang ganas, reptil ini adalah karnivora dan bisa makan 80% dari beratnya dalam satu makanan. Komodo bisa mengkonsumsi mangsa yang sangat besar seperti kerbau, rusa, bangkai, babi dan bahkan manusia. Komodo memiliki cara membunuh yang unik dengan menggigit mangsanya - terutama saat kerbau besar, - mengelilinginya dalam kelompok kemudian menunggu dengan sabar sampai racun dalam air liurnya perlahan membunuh korbannya. Setelah itu benar-benar hancur berantakan dan dimakan dengan tulang dan sebagainya. Jika mangsa lolos, biasanya akan mati dalam waktu 24 jam akibat keracunan darah yang berasal dari air liur berbisa dan bakteri.

Hanya ditemukan di dunia dalam Taman Nasional Komodo dan pulau Flores di sekitarnya, makhluk purba dan megah ini adalah bintang Taman Nasional. Meski dahsyat untuk dilihat, pengunjung didesak untuk menjaga jarak dan berhati-hati. Selalu disertai dengan ranger dan mengikuti semua instruksi ranger saat berada di dekat kadal berbahaya ini, meski mungkin terlihat jinak.

2. Iklim dan Geografi

Iklim di Taman Nasional Komodo adalah salah satu yang terkering di Indonesia. Taman nasional sedikit mengalami curah hujan sekitar 8 bulan dalam setahun dan sangat terkena dampak hujan monsun. Suhu harian selama musim kemarau antara bulan Mei sampai Oktober rata-rata sekitar 40. Karena iklim kering ini, lahannya kasar dengan bukit berbatu dan spesies tumbuhan terbatas pada rumput, semak, anggrek dan pepohonan. Sebaliknya, kawasan laut memiliki pemandangan yang kaya dan berwarna. Taman nasional berada di dalam Segitiga Terumbu Karang Asia Pasifik dan penuh dengan berbagai padang lamun, terumbu karang yang berwarna-warni, dan hutan bakau yang lebat.

3.Fauna di Darat dan Laut

Selain Komodo yang megah, Taman Nasional Komodo adalah habitat berbagai makhluk darat dan laut lainnya. Pengunjung dapat menyaksikan hewan-hewan yang menarik ini berkeliaran dengan bebas di lingkungan luar alam mereka.

Fauna terestrial yang bisa ditemukan disini mencakup keragaman reptil, mamalia dan burung. Ini termasuk namun tidak terbatas pada 12 spesies ular, 9 spesies kadal, berbagai katak, rusa Timor (mangsa utama Komodo), kuda, kerbau, babi hutan, tikus Rinca endemik, kelelawar buah, unggas kaki orange dan lebih dari 40 jenis burung.

Fauna laut sangat beragam dan mencakup lebih dari 1.000 spesies ikan, 70 jenis spons, 10 jenis lumba-lumba, 6 jenis paus, dugong, penyu hijau dan berbagai jenis hiu, pari manta besar, ikan pari, reptil laut dan krustasea dan kadang-kadang Paus yang bermigrasi.

4. Tempat Menyelam  yang Dinamis

Taman Nasional Komodo dengan tepat berada di jantung Segitiga Terumbu Karang Asia Pasifik dan merupakan rumah bagi salah satu lingkungan laut terkaya di dunia. Penyelam, ilmuwan dan fotografer dari seluruh dunia datang ke taman nasional ini untuk menyaksikan keanekaragaman hayati yang menakjubkan yang dapat ditemukan di salah satu dari banyak lokasi penyelaman – pulau besar Rinca, Komodo dan Padar, bersama dengan pulau-pulau kecil yang mengelilinginya, terdapat setidaknya 100 tempat menyelam kelas dunia.

Daerah ini terkenal dengan arusnya yang kencang dan pusaran air yang membawa nutrisi kaya dari kedalaman Samudra Hindia untuk menciptakan kondisi ideal bagi ribuan spesies ikan dan karang tropis untuk berkembang.

Titik penyelaman mulai dari air biru yang menantang, saat menyelam dengan kemungkinan manta rays, hiu, dan dugong sekilas, hingga menemukan invertebra dekat pantai yang lebih dekat.

Menyelam di Taman Nasional Komodo akan membawa Anda ke jantung lingkungan laut yang paling dinamis di dunia.

Karena arus kuat yang bisa membawa para penyelam masuk ke Samudra Hindia yang luas, serta mamalia laut besar yang lewat di sini, pengunjung sangat disarankan untuk melibatkan operator selam yang berpengalaman dan menghindari hal-hal yang membahayakan keselamatan.

5. Mendaki Pulau Padar

Pemandangan indah di Pulau Padar tidak ada duanya. Pulau ini adalah tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan dan foto spektakuler. Saat Anda mendaki salah satu dari banyak bukit berumput, Anda akan tersapu oleh warna hijau, putih dan biru di sekitarnya. Sudut pandang dari puncak tertinggi akan memberi Anda pemandangan empat pantai berkilau berbentuk bulan sabit yang menakjubkan.  Mendaki puncak puncak gunung ini kira-kira akan memakan waktu 2 sampai 3 jam. Bersiaplah dan bawa sepatu, pakaian, air dan tabir surya yang nyaman saat matahari mulai memancarkan terik panas.

6. Pantai Pink di Pulau Komodo

Karena degradasi karang merah yang dikombinasikan dengan pasir putih murni, pantai yang unik dan menawan ini mendapat namanya. Juga dikenal sebagai Pantai Merah, Pantai Pink adalah satu dari tujuhpantai  di dunia yang memiliki pasir merah muda yang lembut. Pemandangan panorama perbukitan hijau yang menakjubkan, perairan pirus murni, pasir merah muda bercahaya dan langit biru pasti akan membuat Anda terkagum.

Pantai Pink (Pink Beach) juga menawarkan beberapa tempat menyelam yang spektakuler. Pemandangan laut yang murni didominasi oleh beragam biota. Taman bawah laut adalah rumah bagi ratusan spesies karang lunak dan keras serta terumbu karang yang ramai dengan berbagai spesies fauna laut.

Karena Pulau Komodo masih dihuni oleh Komodo, pengunjung harus berhati-hati di pantai dan di dalam air. Sangat disarankan untuk datang ke sini dengan pemandu atau ranger yang berwenang.

7. Desa tradisional di Pulau Mesa

Pulau Mesa adalah tujuan yang sempurna bagi pengunjung untuk mendapatkan sekilas kehidupan tradisional orang Bajau yang luar biasa. Desa nelayan memiliki populasi sekitar 1.500 penduduk dan pengunjung dapat menyaksikan penduduk setempat dalam aktifitas sehari-hari mereka seperti mengeringkan timun, mengolah ikan dan menyiapkan berbagai makanan laut. Penduduk Pulau Mesa sangat ramah dan anak-anak sering berkumpul untuk menyapa pengunjung. Pengunjung juga bisa melihat rumah panggung tradisional yang melayang di atas pasir dan garis pantai.

8. Snorkeling di Pulau Kanawa

Pengunjung datang ke Pulau Kanawa untuk bersantai, berenang dan menikmati tempat snorkeling yang luar biasa. Visibilitas airnya jernih dan bahkan memungkinkan pengunjung melihat kehidupan laut yang produktif dari atas air. Snorkeler dapat memulai petualangan bawah air mereka langsung dari dermaga karena laut sangat tenang dan ombaknya yang kuat terlindungi oleh terumbu karang di sekitarnya. Bersiaplah untuk terpesona oleh ikan tropis yang penuh warna, karang mistis dan fauna laut yang unik seperti sting rays, lumba-lumba dan kura-kura.