Cari Event


Cheng Ho Festival 2018 Semarang : Memperingati Perjalanan Laksamana Cheng Ho Sampai ke Indonesia

Cheng Ho Festival 2018 Semarang : Memperingati  Perjalanan Laksamana Cheng Ho Sampai ke Indonesia
Kategori : Festival dan Pameran
Alamat : Semarang, Jawa Tengah
Start Date : Jul 29, 2018
End Date : Jul 29, 2018
Views : 3012

Menghidupkan kembali kenangan akan pelayaran bersejarah laksamana Cheng Ho dari China ke perairan Indonesia, pemerintah provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan para pemimpin Klenteng Tay Kak Sie, Klenteng Sam Poo Kong, dan Komunitas Cina Semarang akan memimpin Festival Budaya Cheng Ho (Cheng Ho Festival ) 2018 pada tanggal 29 Juli di Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Festival akan dimulai dengan doa dan ritual, dan menyoroti pertunjukan seni, seminar dan pertemuan bisnis, dengan puncak pawai budaya mulai dari Klenteng Tay Kak Sie yang pindah ke Klenteng Sam Poo Kong. Ribuan orang akan mengikuti parade budaya 6Km yang membawa patung Laksamana Cheng Ho - di tempat lain yang lebih dikenal dengan nama Zheng He. Parade budaya mengikuti pelayaran yang dilakukan oleh laksamana hebat dan armadanya saat mereka mencapai Semarang.

Sejak memulai ekspedisi di tahun 1405 sampai dia meninggal dunia pada 1433, Laksamana Cheng Ho melakukan 7 (tujuh) ekspedisi internasional berturut-turut, mengunjungi 37 negara selama 28 tahun. Dalam ekspedisi ini, laksamana meminta negara-negara dari Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Dalam 5 ekspedisinya ke Nusantara, Cheng Ho berhasil mengenalkan teknologi dan gaya hidup China kepada penduduk. Di setiap tempat yang ia kunjungi, sang laksamana juga menanamkan perasaan persaudaraan yang kuat dengan penduduknya dengan membangun masjid dan rumah doa yang menunjukkan akulturasi, memadukan budaya Islam dengan tradisi dan kepercayaan lokal dan cara hidup orang Tionghoa.

Dalam salah satu pelayarannya pada abad ke-15, laksamana menginjakkan kaki di pantai utara Jawa di Pantai Simongan, Semarang. Menemukan sebuah gua kecil di lereng bukit yang berbatu, Cheng Ho memilih tempat berdoa dan kemudian membangun sebuah klenteng kecil di lokasi tersebut.

Setelah tinggal sebentar, Cheng Ho meninggalkan Jawa, bagaimanapun, banyak perwira dan krunya memutuskan untuk tinggal dan menetap di daerah tersebut. Mereka kawin silang dengan perempuan setempat terlihat dari banyak warga Simongan saat ini yang berasal dari keturunan Tionghoa.

Di tahun-tahun berikutnya Sam Poo Kong (juga dikenal sebagai Gedung Batu) dibangun di tempat dimana Cheng Ho berdoa dan bermeditasi. Klenteng ini masih berdiri sampai sekarang dan merupakan klenteng tertua di Semarang.

or cancel

Event Lainnya di jawa-tengah more »