Cari Event


Jadwal Event

Favorit

Festival Bau Nyale 2018 di Lombok : Festival Rakyat Tahunan yang Menyenangkan di Lombok

Festival Bau Nyale 2018 di Lombok : Festival Rakyat Tahunan yang Menyenangkan di Lombok
Kategori : Festival dan Pameran
Alamat : Kuta Lombok, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Start Date : Waktu Ditentukan Kemudian
Views : 492

Pulau Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat sekali lagi akan merayakan tradisi kuno Bau Nyale 2018, sebuah festival rakyat yang merayakan penampilan tahunan cacing laut Nyale saat banyak orang berduyun-duyun ke laut untuk menangkap makhluk langka ini. Perayaan tahun ini akan berpusat di sepanjang Pantai Seger di desa Kuta Lombok di Kecamatan Pujut pada tanggal yang akan ditentukan kemudian.

Tradisi unik ini diadakan setiap tahun pada hari ke 20 bulan ke 10 dalam Kalender Sasak tradisional yang jatuh sekitar bulan Februari setiap tahunnya. Bau dalam bahasa Lombok berarti "menangkap" dan Nyale adalah sejenis cacing laut yang hanya ada sekitar diwaktu saat ini sepanjang tahun. Karena itu, Bau Nyale adalah upacara meriah saat banyak orang menangkap Nyale di sepanjang sejumlah pantai terbaik di Lombok.

Bagi orang-orang di pulau Lombok yang indah, Festival Bau Nyale adalah tradisi kuno yang terkait erat dengan legenda Putri Mandalika.

Menurut legenda setempat, Putri Mandalika dari kerajaan Tunjung Beru memiliki paras yang sangat cantik. Ayahnya, Raja Seg mengadakan sebuah kontes untuk para pemuda untuk memperjuangkan pernikahan putrinya. Namun, Mandalika sendiri menentang pertengkaran dan pertumpahan darah antar kerajaan atas namanya. Jadi dia terjun ke laut, menasihati masyarakat di Lombok untuk hidup dalam damai dan berjanji untuk kembali pada tanggal 20 bulan ke sepuluh dalam kalender Sasak. Pada hari yang telah lama dinanti, hanya cacing Nyale yang bercahaya bisa terlihat di mana-mana di laut dan oleh karena itu, orang percaya bahwa cacing tersebut adalah reinkarnasi Putri Mandalika.

Bau Nyale adalah tradisi penduduk Lombok yang tinggal di sepanjang pantai selatan pulau ini untuk menangkap cacing nyale, terutama oleh mereka yang mengikuti kepercayaan Wetu telu. Upacara ini memang cukup unik. Nyale muncul setahun sekali di pantai Kuta dan pantai Seger biasanya sekitar bulan Februari saat musim hujan. Cacing-cacing ini hanya bertahan dua sampai tiga malam, tepat pada waktu sebelum fajar. Meski para tetua selalu mengatakan bahwa mereka bisa memprediksi dengan tepat munculnya cacing, namun sebagian besar waktunya diprediksi satu hari, terkadang bahkan dalam seminggu.

Sampai saat ini, masyarakat di Lombok percaya bahwa ketika seseorang mampu menangkap cacing ini, mereka akan membawa keberuntungan dalam hidup mereka. Mengikuti legenda tersebut, seorang wanita bisa menjadi seindah Mandalika saat dia makan cacing, sementara pria akan diberkati dengan semangat. Cacing Nyale bisa dimakan mentah atau dimasak. Pada malam festival, orang biasanya melakukan ritual secara pribadi di rumah mereka sendiri.

Puncak upacara terjadi ketika Dukun setempat mengarungi laut untuk mengamati pemijahan Nyale dan memprediksi panen padi di masa depan berdasarkan jumlah cacing laut. Tangkapan yang baik merupakan pertanda bahwa panen padi tahun ini juga akan baik. Nyale secara tradisional dikaitkan dengan kesuburan dan merupakan bagian dari upacara khidmat. Untuk tujuan ini, cacing laut digiling dan ditempatkan di saluran irigasi di sekitar ladang untuk membantu memastikan panen yang baik.

Tahun ini, festival ini juga akan disorot dengan berbagai kegiatan seperti Pawai Kecantikan Putri Mandalika, Seminar Budaya, Lomba Pacuan Kuda Tradisional, Lomba Lari Mandalika 10K, dan Bazaar Produk dan Kuliner. Juga akan ada Parade Budaya, Pertunjukan Seni dan Budaya, Drama Kolosal Putri Mandalika, Pertunjukan Musikal, dan banyak lagi.

or cancel

Event Lainnya di nusa-tenggara-barat more »

Festival Pulau Moyo 2014: “Go Sumbawa”

Festival Pulau Moyo 2014: “Go Sumbawa”

( Sep 26, 2014, 08 : 00 am / Oct 5, 2014, 10 : 00 pm )