Cari Event


Jadwal Event

Favorit

Festival Grebeg Sudiro 2018 : Perayaan Tahun Baru Imlek yang Unik dan Menyatu di Kota Solo

Festival Grebeg Sudiro 2018 : Perayaan Tahun Baru Imlek yang Unik dan Menyatu di Kota Solo
Kategori : Festival dan Pameran
Alamat : Solo, Jawa Tengah
Start Date : Jan 12, 2018
End Date : Jan 15, 2018
Views : 46

Setiap tahun komunitas keturunan Cina-Jawa yang beraneka ragam di kota Surakarta - yang lebih dikenal dengan Solo - di Jawa Tengah merayakan Tahun Baru Imlek di tempat yang dikenal dengan perayaan Grebeg Sudiro. Pada tahun 2018, Grebeg Sudiro akan berlangsung dari tanggal 12 Januari - 15 Januari 2018 di sekitar kawasan Pasar Gedhe, Pecinan Solo sendiri. Daerah itu akan menyala dengan ratusan lentera, tarian singa dan naga akan berjejer diiringi jalan-jalan disertai benturan simbal dan keringat, orang-orang dengan kostum tradisional China dan Jawa yang berwarna-warni diarak, sementara tarian kerajaan kontemporer dari keraton atau istana Sultan Solo dan rumah kerajaan Mangkunegaran akan tampil di sepanjang Jalan Sudiroprajan. Pawai selesai di Klenteng Tien Kok Sie di depan Pasar Gedhe atau Pasar Agung.

Setelah mengikuti tradisi Jawa, dan tanpa terkecuali juga di Tahun Baru Imlek, sebuah gunung besar yang disebut gunungan akan dibawa berkeliling, disusun dari ribuan kue Tahun Baru Imlek, atau disebut kue ranjang. Gunungan akan dikibarkan dan dibawa oleh orang-orang di sekitar jalan Sudiroprajan, diikuti oleh pertunjukan pertunjukan China dan Jawa. Sorotan dari parade ini adalah penerangan lentera besar di gerbang utama Pasar Gedhe dalam bentuk teko, segera diiringi serentetan ribuan lentera di Pecinan Solo.

Kata grebeg diambil dari bahasa Jawa yang berarti perayaan untuk acara-acara khusus yang mencakup kelahiran Nabi Muhammad, Idul Fitri - akhir bulan puasa, dan Idul Adha. Dan seperti acara penting lainnya, sorot acara adalah saat parade berakhir dan semua dipersilahkan untuk berdesak-desakan dan meraih sepotong dari tumpukan makanan, kue atau hasil pertanian di atas gunungan. Perebutan ini didasarkan pada ucapan orang Jawa: "ora babah ora mamah", yang berarti tidak ada usaha tidak makan. Sementara gunung makanan tersebut mengungkapkan rasa syukur masyarakat Jawa atas karunia yang dianugerahkan kepada mereka oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Perayaan Grebeg Sudiro di Tahun Baru Imlek adalah bukti bahwa bangsa Indonesia dari semua ras dan kelompok etnis, khususnya di Jawa Tengah hidup dalam harmoni terlepas dari ras atau agama yang didasarkan pada tradisi saling menghormati selama berabad-abad. Dan bahkan saat mempersiapkan acara ini, baik orang Cina dan Jawa bekerja sama untuk mengantisipasi ritual syukur kepada Tuhan dan alam.

Daerah Sudiroprajan terletak di kecamatan Jebres di kota Solo, di mana orang Tionghoa dan keturunan campuran telah menetap dan tinggal berdampingan dengan masyarakat Jawa yang asli. Selama berabad-abad tradisi budaya mereka telah menyatu dan perkawinan campuran menjadi hal yang biasa terjadi sebagaimana tampal dalam perayaan yang menyatu di Tahun Baru Imlek yang disebut Gerebeg Sudiro.

Jangan lewatkan perayaan Tahun Baru Imlek yang satu ini.

or cancel

Event Lainnya di jawa-tengah more »

BOROBUDUR MARATHON 2017: Melintasi pemandangan menakjubkan di Jawa

BOROBUDUR MARATHON 2017: Melintasi pemandangan menakjubkan di Jawa

( Nov 18, 2017, 07 : 00 / Nov 18, 2017, 17 : 00 )