Cari Event


Jadwal Event

Festival Likurai Timor 2018 : Festival Tari Tradisional Khas Belu yang Menarik di Pulau Timor, NTT

Festival Likurai Timor 2018 : Festival Tari Tradisional Khas Belu yang Menarik di Pulau Timor, NTT
Kategori : Festival dan Pameran
Alamat : Belu, Nusa Tenggara Timur
Start Date : Oct 27, 2018
End Date : Oct 28, 2018
Views : 1295

Tahun  ini, Festival Likurai Timor 2018 telah masuk dalam agenda pariwisata nasional dan dijadwalkan akan dilaksanakan  pada tanggal 27 - 28 Oktober 2018 di Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Festival Likurai adalah pesta tarian perang dari masyarakat pulau Timor, khususnya mereka yang tinggal di Kabupaten Belu. Tarian tersebut menggambarkan pertarungan penduduk setempat untuk mengusir penjajah selama masa penjajahan.

Festival Likurai Timor 2018 diselenggarakan untuk meningkatkan seni dan budaya tradisional Indonesia serta mendorong pariwisata daera Kabupaten Balu. Tahun lalu, total 6.000 penari melakukan tarian Likurai di Bukit Fulan Fehan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur yang berhasil memecahkan rekor MURI untuk jumlah penari tradisional terbanyak. Prestasi tersebut mampu mengangkat seni dan budaya tradisional Indonesia dan layak disaksikan oleh wisatawan.

Tarian Likura pertama kali dilakukan untuk menyambut pahlawan desa yang pulang dari perang. Berabad-abad yang lalu, ada tradisi pemancungan musuh di Belu. Tarian itu akan dilakukan untuk merayakan kemenangan mereka. Selain itu, Tarian Likura juga dimaksudkan sebagai  ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan mereka karena pahlawan mereka pulang dengan selamat. Sejak Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, tradisi pemancungan tidak lagi ada. Namun, penduduk desa Belu melestarikan tarian Likurai dan melakukannya untuk menyambut tamu mereka.

Saat ini, Tarian Likurai sering dilakukan saat menyambut para tamu VIP, selama upacara adat atau selama festival budaya. Tarian ini biasanya dilakukan oleh penari pria dengan pedang, sedangkan penari wanita akan menggunakan tihar (drum kecil).

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik inisiatif dari pemerintah daerah Belu untuk mengadakan acara lintas batas.

"Kunci untuk menarik negara tetangga terletak pada seni dan budaya, musik dan kuliner. Orang-orang dari Timor Leste dapat mengajukan permohonan visa bebas untuk memasuki Indonesia dan bahkan menggunakan mata uang mereka sendiri untuk berbelanja di sini. Hal lain yang penting adalah bagi pemerintah daerah, gubernur, walikota dan bupati untuk berkomitmen menjaga akses, akomodasi dan ketertarikan di wilayahnya, "kata Arief.

or cancel