Cari Event


Jadwal Event

Sawahlunto Coal Trail Marathon 2018: Situs Warisan Nostalgia di Sumatera Barat

Sawahlunto Coal Trail Marathon 2018: Situs Warisan Nostalgia di Sumatera Barat
Kategori : Marathon
Alamat : Sawahlunto, Sumatera Barat
Start Date : Oct 27, 2018
End Date : Oct 27, 2018
Views : 85

Dengan keberhasilan edisi perdananya tahun lalu, pada 27 Oktober 2018, Sawahlunto Coal Trail Marathon 2018 akan kembali mengambil pelari pada perlombaan khusus, mengikuti jejak kegiatan penambangan batu bara yang dulu sibuk, melewati situs warisan yang mempesona di kota Sawahlunto yang menawan di Provinsi Sumatera Barat.

Dipusatkan di Lapangan Segitiga Sawahlunto di mana garis Start dan Finish dimulai dan berakhir, para pelari akan melintasi berbagai situs peninggalan yang mempesona di kota tambang batubara ini, melewati Taman Silo, Tambang Ombilin yang dulu terkenal, Polan Peak, dan masih banyak lagi. Fitur unik dari perlombaan adalah di mana para peserta akan berlari sepanjang 'Terowongan Kalam', terowongan kereta api sepanjang 835 meter yang pernah digunakan untuk transportasi batu bara. Seluruh jalur marathon akan melewati berbagai jalur, mulai dari jalan aspal, trek tanah, hingga jalur desa yang romantis.

Perlombaan dibagi menjadi 3 kategori: Short Trail Course (13K), Half Marathon Course (21K), dan Full Marathon Course (42K).

Sawahlunto dulunya terkenal sebagai kota 'mutiara hitam' karena banyaknya batubara yang ditambang di sini dan diekspor dengan kapal yang menunggu ke Eropa. Dia adalah William Hendrik de Greeve, seorang ahli geologi Belanda, yang menemukan tambang ini pada awal abad ke-19, dan menemukannya kaya akan deposit batu bara. Maka investasi pertama perusahaan Belanda yang dibuat di sini adalah penambangan batu bara mulai abad ke-19, membangun infrastruktur, fasilitas umum, kantor, hotel, kawasan perumahan, dan toko-toko, yang dibangun untuk mengatur, mengelola, dan mengangkut sumber daya berharga ini. Jaringan transportasi kemudian dikembangkan, menghubungkan Sawahlunto dengan Muaro Kalaban, Pulau Aie, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok dan ke ibu kota, Padang, dengan investasi tidak kurang dari 20 juta Guilders pada saat itu. Sejarah mencatat bahwa penambangan batubara di Sawahlunto diluncurkan pada 1 Desember 1888, dan menjadi terkenal di seluruh dunia sebagai tambang Ombilin.

Saat ini, banyak struktur dan fasilitas yang dibangun di pada masa kejayaan, masih dapat dilihat dan dikagumi dan telah terpelihara dengan baik setelah industri batubara menuju bagian terakhir dari abad ke-20. Kota unik ini dikembangkan menjadi situs warisan khusus dan objek wisata yang menawarkan kenangan hari keemasan nostalgia kepada para pengunjungnya dari sebuah kota pertambangan yang dulu makmur.

Menggabungkan olahraga, kompetisi, dan dunia lama, Sawahlunto Coal Trail Marathon 2018 menjanjikan peserta sekali dalam kesempatan seumur hidup untuk mengalami pesona kota pertambangan tua yang disebut Sawahlunto.

or cancel