Cari Tempat Wisata


Pulau Kakaban di Kepulauan Derawan : Berenang di antara Ubur-ubur yang Tidak Menyengat

Pulau Kakaban di Kepulauan Derawan : Berenang di antara Ubur-ubur yang Tidak Menyengat
Kategori : Wisata Bahari / Diving & Snorkeling
Lokasi Indonesia / Kalimantan Timur
Alamat : Pulau Kakaban, Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur
Views : 2128

Indonesia adalah negara yang menarik dalam segala hal. Kaya akan budaya, keindahan alam dan keanekaragaman hayati. Rumah bagi  makhluk yang aneh, unik dan indah. Dan saat Anda mengira telah melihat dan melakukan semuanya, pikirkan lagi, karena masih banyak yang akan datang.

Untuk sensasi yang benar-benar luar biasa, bagaimana dengan berenang dengan ubur-ubur? ubur-ubur, makhluk laut satu ini yang paling mungkin memberi Anda sengatan, gatal, dan segala macam pengalaman berenang yang tidak menyenangkan. Nah, di Pulau Kakaban di Kalimantan Timur, Anda bisa, tidak hanya berenang tanpa cedera dengan makhluk yang menakjubkan ini, tapi Anda sebenarnya bisa menyentuhnya karena pulau ini hanya satu dari dua tempat di bumi dimana Anda bisa menemukan ubur-ubur yang tidak menyengat.

Pulau Kakaban merupakan atol karang besar di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, di lepas pantai timur Provinsi Kalimantan Timur, yang mencakup 774 hektar lahan tak berpenghuni. Ciri yang paling khas adalah danau luas yang terkurung daratan, yang membentuk hampir dua pertiga pulau. Danau payau ini merupakan tempat hidup dengan beberapa spesies kehidupan laut endemik, termasuk jutaan ubur-ubur yang tak terbilang yang hanya ada di satu tempat lain di planet ini berada di Palau di Mikronesia. Pulau ini diselimuti di hutan bakau yang leba. Ada sedikit bagian pantai, karena sebagian besar lingkar Kakaban berada di dinding batu tebing kapur yang tipis, beberapa bagian menjatuhkan ratusan akar bakau ke ombak di bawahnya.

Pulau Kakaban merupakan satu dari 31 pulau di kepulauan Derawan termasuk  Sangalaki, Maratua dan Derawan. Kakaban, mejadi lebih tinggi selama bertahun-tahun karena tekanan geologi, yang akhirnya menutup apa yang dulunya merupakan laguna, menciptakan Danau Kakaban. "Kakaban" berasal dari kata dalam dialek lokal yang berarti "pelukan," karena cara pulau  memeluk danau di tengahnya. Danau Kakaban telah dinyatakan sebagai cagar alam pemerintah, dan telah dinominasikan sebagai Kawasan Warisan Dunia.

Ekosistem danau ini sangat mirip dengan laut lepas, Air laut yang terperangkap yang becrcampur dengan air hujan dan air tanah menciptakan habitat unik yang telah menyebabkan makhluk-makhluk tersebut terjebak dalam evolusi! Danau ini memiliki air hangat dan payau dengan kedalaman 11 sampai 17 meter, dan ditumbuhi ganggang hijau laut. Empat spesies ubur-ubur melintasi perairan Danau Kakaban, namun tidak seperti rekan-rekan mereka di luar dinding karang, danau tidak memiliki predator alami, sehingga evolusi spesies tersebut tidak lagi membutuhkan racunnya sebagai pertahanan diri.

Proses evolusi lainnya juga terjadi di danau ini: Ubur-ubur kotak, yang biasanya merupakan salah satu makhluk paling mematikan di dunia, selain kehilangan sengatannya, ia menyusut hampir sepertiga ukuran normalnya. Ubur-ubur yang tidak seperti pada umumnya, dan Cassiopeia berenang terbalik, dengan tentakel ke permukaan. Hal ini agar matahari bisa bersinar pada tentakel yang tertutup ganggang, menciptakan reaksi fotosintesis dan dengan demikian menghasilkan makanan! Sementara itu, anemon putih telah berevolusi menjadi predator ubur-ubur pasif. Delapan spesies ikan juga tinggal di surga biologis ini, juga teripang, sepon, kepiting, ular, dan kerang ungu dan kuning oranye.

Ilmuwan dan ahli geologi laut telah lama bingung mengenai fenomena kelangsungan hidup tumbuhan dan hewan di lingkungan yang terisolasi ini, namun seperti yang fasih dinyatakan dalam Jurassic Park Movie: " Life finds a way ", dan Pulau Kakaban adalah bukti sempurna dari itu . "Jellyfish Lake," di Pulau Palau di Mikronesia, adalah satu-satunya lingkungan yang serupa di Bumi yang menampung dua spesies ubur-ubur tanpa sengatan. Dengan demikian menjadikan Danau Kakaban tidak hanya terbesar, tapi juga danau payau paling beragam di dunia.

Mencapai Lokasi

Bandara Kalimarau yang baru diperluas di kota Tanjung Redeb, di Kabupaten Berau sekarang menerima lebih banyak penerbangan termasuk penerbangan internasional. Bandara ini berada pada ketinggian 59 kaki (18 m) di atas permukaan laut. Bandara ini juga memiliki satu landasan yang ditunjuk 01/19 dengan permukaan aspal berukuran 1.850 x 30 meter. Bandara ini memiliki terminal domestik  seluas 10.462 meter persegi, terminal VIP seluas 505 meter persegi, terminal internasional  seluas 5.700 meter persegi, dan terminal kargo seluas  592 meter persegi.

Saat ini ada 4 maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke Berau: Garuda Indonesia, Wings Air, Sriwijaya Air, dan Kalstar Aviation, menghubungkan kabupaten tersebut dengan Balikpapan, Jakarta, Surabaya, Samarinda (Kalimantan Timur) dan Tarakan, Malinau, dan Nunukan di Kalimantan Utara. Dari Kota Kinabalu dan Tawau di Malaysia, ada penerbangan ke Tarakan yang terhubung dengan penerbangan ke Berau.

Begitu sampai di Berau Anda bisa menyewa speedboat untuk perjalanan 2 jam ke pulau-pulau Derawan. Speedboat umumnya memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 15 orang, dan bisa disewa untuk membawa Anda ke beberapa pulau Derawan dalam satu hari. Speedoat bisa disewa langsung ke Kakaban, tapi karena tidak ada akomodasi di sana, rute yang biasa ditempuh melalui pulau tetangga Sangalaki, Maratua atau Derawan. Kakaban berjarak sekitar 20 menit dari Sangalaki, 30 menit dari Maratua dan 45 menit dari Derawan.

Kini, Susi Air juga melayani Tanjung Redep-Maratua-Tarakan  dan sebaliknya, namun, penerbangannya hanya sekali seminggu dan merupakan pesawat yang relatif kecil untuk 9 penumpang.

or cancel