Pedoman Wisata

Kampung Batik Laweyan yang Menjadi Favorit 

Anda yang sedang berada di Kota Solo sangat disarankan untuk mengunjungi Kampung Batik Laweyan, di mana tempat tersebut merupakan destinasi wisata favorit Kota Solo. 

Anda tidak akan mendapatkan keindahan alam seperti persawahan, pegunungan, atau perairan, melainkan suatu kampung sultan4d yang sudah terkenal sejak dahulu. 

Tidak Melulu Alam, Liburan Bisa di Kampung Batik Laweyan 

Laweyan merupakan salah satu pusat batik yang tertua sekaligus terkenal di Kota Solo, bahkan di Indonesia, meski posisinya sultan4d masih berada satu tingkat di bawah Kauman. 

Kampung ini memiliki luas area kurang lebih 25 hektar dengan penduduk 2.500 yang hampir sebagian besar merupakan pedagang sekaligus pembuat batik. 

Mulai terkenal semenjak Haji Samanhudi sultan4d mendirikan Sarikat Dagang Islam pada tahun 1912 lalu, sampai sekarang motif resmi yang sudah dipatenkan lebih dari ratusan. 

Tepatnya pada 250 motif khas yang tentu saja memberikan konsep berbeda daripada Kauman, di sini motifnya lebih terang sekaligus berwarna. 

Menawarkan Paket Workshop Singkat dan Intensif 

Jika Anda akan berada di Solo sultan4d dalam waktu yang lama, tersedia paket workshop intensif yang bisa menjadi skill tambahan untuk meningkatkan kualitas soft skill. 

Pelatihan intensif pada teknik membuat batik tulis sekaligus cap bisa Anda dapatkan pada Kampung Batik Laweyan, sehingga ini bukan hanya akan menjadi liburan saja. 

Sementara jika ingin mencoba lebih dahulu apakah cocok membuat batik, tersedia juga workshop sultan4d pembuatan dengan paket sekitar 2 jam, sekaligus membawa pulang hasilnya. 

Masalah harga bisa langsung Anda tanyakan ke kontak pribadi dari forum pengembangannya, di media sosial sudah banyak informasi terkait itu. 

Gaya Arsitektur Kampung Batik Laweyan yang Unik 

Ketika Anda sampai ke lokasi dan memperhatikan gaya bangunan tempat tinggal masyarakat, pasti akan menemukan dinding tinggi dengan gang-gang sempit. 

Bangunan rumah para pedagang dan pembuat batik tersebut dipengaruhi oleh budaya dari berbagai negara, khususnya Jawa, Eropa, Cina, dan tentu Arab. 

Bangunan mewah tersebut merupakan penanda bahwa masyarakat tersebut merupakan saudagar batik asli dari Bumi Laweyan yang disebut “Gal Gendhu”. 

Tentu ini akan menjadi wisata menarik karena tidak melulu liburan harus selalu berkaitan dengan alam, sebab ada opsi lainnya yang lebih mendidik juga. 

Mencicipi Kuliner Khas Kampung Batik Laweyan 

Belum lengkap jika Anda berkunjung ke Kota Solo tanpa mencicipi kuliner khasnya, khusus pada lokasi wisata kali ini. Anda bisa menikmati kuliner khas seperti ledre, apem, dan lain lain. 

Tidak perlu kawatir masalah tempat karena ada wedangan yang bisa Anda pergunakan, di daerah lain mungkin tempat seperti ini jarang ada, tapi di sini tentu saja ada. 

Khususnya Wedagangan Rumah Nenek yang memiliki perpaduan arsitektur Jawa Belanda, siap dikunjungi saat Anda berwisata di Kampung Batik Laweyan dari 10 pagi sampai 12 malam. 

Exit mobile version