Kuliner Khas Aceh yang Paling Favorit dan Populer di Kalangan Wisatawan

Aceh merupakan salah satu daerah istimewa di Indonesia yangterletak paling ujung utara Pulau Sumatera. Provinsi ini memiliki Luas wilayah 57.365,57 km2 (2,88% luas Indonesia). Aceh memiliki 8 sub etnis yaitu Aceh, Alas, Aneuk jame, Gayo, Kluet, Simeulu, Singkil, dan Tamiang. Aceh memiliki keanekaragaman budaya yang menarik., yang terwujud dalam bentuk tarian, kerajinan, dan perayaan-perayaan dan mendapat pengaruh yang sangat besar dari kebudayaan Islam.

Masyarakat Aceh terkenal sangat religius, memiliki budaya yang berlandaskan Islam dan telah melahirkan identitas Aceh yang sangat khas sehingga kita mengenal istilah “Aceh Serambi Mekah”. Harmonisasi antara adat dan Islam ini berkembang dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Aceh juga salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya yang menarik yang terwujud dalam bentuk tarian, kerajinan, perayaan-perayaan dan kuliner khas.

Berikut ini adalah kuliner khas Aceh yang Paling populer:

Mie Aceh

Bila Anda sedang berada di Aceh, tidaklah lengkap tanpa mencoba Mie Aceh. Mie Aceh adalah mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, seafood, atau daging kambing, dan disajikan dalam sup sejenis kari yang pedas dan gurih. Mie Aceh umumnya ada dua jenis, yaitu mie Aceh goreng kering, dan mie Aceh goreng basah.

 

Roti Cane

Roti cane adalah makanan berbahan dasar tepung yang terpengaruh oleh masakan India, nama cane konon berasal darai kata Chennai sebuah kota di India. Berbeda dengan olahan aslinya, roti cane mendapat sentuhan lokal begitu sampai Malaysia dan Indonesia. Di Aceh kebanyakan orang lebih suka menikmati roti cane dengan kari kambing atau kari kentang.

 

Sate Matang

Bila Anda datang ke Aceh, Anda wajib mencicipi sate khas Aceh ini. Karena rasanya tak kalah enak dengan sate daerah lain, dan pasti akan membuat Anda ketagihan ingin mencobanya lagi. Bagi yang pertama kali mendengar kata “Matang” pasti dugaan nya adalah “Masak”. Tapi ternyata, dugaan itu salah. Matang ini adalah nama kecamatan dimana sate ini berasal, yaitu kecamatan Matangglumpangdua.

 

Ayam Tangkap

Nama ayam tangkap hingga saat ini belum diketahui asalnya tetapi sebagian orang mengatakan bahwa nama ayam tangkap diberikan karena ayam yang digunakan merupakan ayam kampung, ayam ini ditangkap terlebih dahulu sebelum dimasak. Ayam ini dipotong kecil-kecil kemudian dicampur dengan bumbu, setelah itu baru digoreng bersama dengan daun rempah-rempah, daun temuri, daun pandan, dan bawang sehingga akan menghasilkan aroma yang kuat dan rasa yang lezat dan gurih. 

 

Kuwah Beulangong

Kuwah Beulangong adalah masakan dengan daging kambing atau daging sapi yang dipotong-potong kemudian dituangkan ke dalam kuali atau belanga yang besar bersama dengan nangka muda. Setelah itu ditaburi bumbu giling yang terdiri dari kelapa yang digongseng dan rempah-rempah.  Adapun rasa Kuwah Beulangong adalah pedas, gurih dan lezat. Biasanya Kuwah Beulangong akan disuguhi dalam acara-acara tertentu di Aceh.

 

Bu Gulai Sie Itek

Bu Gulai Sie Itek artinya nasi gulai bebek. Kuah gulai bebek khas Aceh lebih kental dan dengan rasa yang pedas, gurih, dan lezat.

 

Timphan

Timphan adalah kue khas Aceh dengan rasa yang manis dan lezat. Timphan dibuat dari campuran tepung dan telur kemudian didalamnya diisi dengan parutan kelapa. Timphan ini kemudian dibungkus dengan daun pisang yang dibentuk memanjang.

 

Kopi Gayo

Disajikan di kedai-kedai kopi di Aceh dan menjadi teman ngobrol masyarakat Aceh. Kopi Gayo cukup terkenal di dunia, Kopi Gayo memiliki aroma dan kenikmatan yang khas. Hal ini terbentuk dari letak Dataran Tinggi Gayo, Aceh, dan beberapa unsur lingkungan sekitarnya. Kopi Arabica Gayo memiliki peringkat premium dan banyak diekspor ke negara-negara Eropa selain ke Amerika Serikat dan Asia. Sebagian besar komoditas kopi arabika Gayo tersebut dikembangkan di tiga Kabupaten yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.


Favorit