Pengalaman yang tidak boleh Dilewatkan selama Berkunjung ke Manado dan Sekitarnya

Kota terbesar yang paling utara di Indonesia, Manado tidak hanya ibu kota Sulawesi Utara tetapi juga merupakan pintu gerbang ke beberapa keajaiban paling menakjubkan di provinsi ini. Menghadap lautan biru yang luas dan didukung oleh sejumlah gunung berapi aktif yang menjulang, Manado memamerkan tempat  menyelam yang fantastis, petualangan melalui berbagai atraksi warisan budaya dan alam liar. Wide Pierre Tendean Boulevard yang berbatasan dengan tepi laut yang diisi dengan hotel kelas atas dan restoran yang menyajikan masakan Manado yang lezat dan pedas.

Wilayah Manado didominasi penduduk beragama Kristen, jadi Anda akan menemukan gereja di hampir setiap sudut. Sebuah patung Kenaikan Yesus Kristus di atas Manado, memberkati kota, adalah patung Yesus Kristus terbesar kedua di Asia dan yang terbesar ke-4 di dunia. Di Manado ada juga populasi Cina yang cukup besar di sini, sehingga Tahun Baru Imlek, Cap Goh Meh, dan perayaan tradisional Tiongkok lainnya diadakan dalam skala besar, terutama di sekitar Chinatown dan Kuil Ban Hin Kiong.

Jadi, persiapankan waktu Anda! Pesan penerbangan Anda dan  bersiaplah untuk mencoba beberapa pengalaman menakjubkan ini di Kota Manado dan sekitarnya:

1. Diving di Bunaken dan Selat Lembeh yang Spektakuler

Jika Anda penggemar diving atau penggemar alam bawah laut, maka Manado jelas merupakan tujuan yang tepat untuk Anda. Tak jauh dari pantai di sepanjang teluk Manado, Taman Nasional Bunaken pasti menawarkan beberapa pengalaman menyelam yang paling menakjubkan di dunia. Di surga bawah laut yang spektakuler ini, Anda dapat melihat kelimpahan mahluk laut unik dengan berbagai bentuk dan ukuran dan warna, berenang di sepanjang terumbu karang vertikal curam yang terjun setinggi 25-50 meter.

Kehidupan bawah laut Bunaken yang menakjubkan membentang hingga ke Pulau Manado Tua. Di sini, Anda bisa menemukan ikan yang lebih besar seperti napoleon wrasse, giant trevally, eaglerays, snappers, chipser, dan hiu kepala  martil.

Sementara itu,  di Selat Lembeh di  kota pelabuhan Bitung, hanya beberapa jam berkendara dari Manado menawarkan beberapa makhluk laut yang paling unik dan menakjubkan merupakan spot terbaik untuk fotografi bawah air. Di sini, Anda dapat lebih dekat dan pribadi dengan ikan kodok berbulu, gurita, pygmy seahorse, nudibranch, dan banyak makhluk menakjubkan lainnya.

 

2. Lebih dekat dengan Tarsius - Ikon Kesetiaan dan Romantisme

Jika menurut Anda satwa liar yang aneh hanya bisa ditemukan di bawah air, di hutan lebat di Sulawesi Utara juga  terdapat satwa yang berkeliaran yang juga sama-sama memukau. Berkeliaran di malam hari di hutan lebat Cagar Alam Tangkoko dekat Bitung, tetap mengawasi karena satwa tersebut mungkin menatap Anda dengan mata piringnya: primata nokturnal mungil yang dikenal sebagai Tarsius (Tarsius tarsier).  Tarsius adalah primata terkecil di dunia yang berukuran kira-kira seukuran kepalan tangan. Tarsius hanya memiliki satu pasangan dan tetap setia sepanjang hidupnya.

Selain Tarsius, Cagar Alam Tangkoko juga merupakan rumah bagi kera hitam, burung Maleo, kuskus dan burung enggang.

Jika Anda tidak memiliki waktu atau keberanian untuk melacaknya hingga ke hutan, Tarsius juga dapat dilihat di Taman Zoologi Tandurusa di Bitung.

 

3. Mendaki Gunung Dua Saudara

Bagi mereka yang menikmati petualangan mendaki gunung, Gunung Dua Saudara dekat Bitung menawarkan pemandangan yang dramatis dan tantangan yang sempurna. Meski mungkin tidak begitu populer dibanding gunung berapi lainnya yang lebih terkenal di Indonesia namun kehadirannya merupakan anugerah bagi pendaki lokal. Berdiri di ketinggian 1.351 meter di atas permukaan laut, biasanya memakan waktu sekitar 4 jam untuk mencapai puncaknya, yang merupakan pendakian yang cukup menantang karena pendaki terkadang harus mengarungi jalur berlumpur.

 

4. Rumah Panggung Bongkar Pasang yang Unik di Desa Woloan

Terletak sekitar 28km dari Manado, dekat kota Tomohon, desa Woloan telah terkenal dengan industri rumah panggung tradisional yang dapat diangkut dan dirakit kembali di manapun di dunia. Rumah ini adalah rumah berukuran besar untuk ditinggali dan bukan sekedar miniatur atau replika. Di sepanjang jalan utama Woloan Anda akan melihat tampilan berbagai rumah dimana pengunjung bisa masuk dan mengagumi bahkan memesan di tempat. Rumah-rumah tersebut dibangun oleh tukang kayu yang terampil dengan menggunakan metode tradisional dan kayu keras sehingga rumah-rumah, namun masih dapat dengan mudah dibongkar untuk dipasang kembali di tempat lain. Rumah Minahasa tradisional dibangun di atas pilar dan berdiri 3 meter di atas tanah. Biasanya ada sepasang tangga di depan dan di bagian belakang rumah, satu di sebelah kiri dan yang lainnya di sebelah kanan mengarah ke pintu utama.

 

5. Mengunjungi Klenteng Antik Ban Hin Kiong

Klenteng Ban Hin Kiong yang dirancang dengan indah di jantung Kota China Manado berusia 335 tahun dan merupakan klenteng Cina tertua di bagian timur Indonesia. Dipercaya telah dibangun pada masa Dinasti Qing di China (1644-1911), ini berfungsi sebagai rumah ibadah bagi pengikut Tridharma dari Manado dan daerahnya. Klenteng Ban Hin Kiong memang sangat unik hingga disain arsitekturalnya. Lebih penting lagi, klenteng ini merupakan pusat perayaan tradisional Tionghoa seperti Imlek (Tahun Baru Imlek), Cap Go Meh, dan Toa Peh Kong.

 

6. Masakan yang Lezat di Boulevard, Jalan Wakeke dan Pantai Kalasey

Tidak ada perjalanan yang lengkap tanpa mencicipi rasa sejati dari suatu tempat. Masakan Manado sangat populer di seluruh Indonesia karena kepedasannya yang segar. Di Manado, tempat yang tepat untuk mencari makanan adalah di Pierre Tendean Boulevard atau yang paling umum dikenal dengan Boulevard Area di tepi laut. Ini juga tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam yang romantis. Daerah lain yang populer adalah Jalan Wakeke yang dijuluki jalan Wisata Kuliner atau pergi ke Pantai Kalasey untuk makanan laut dengan gaya apapun yang baru saja tertangkap dari laut.

Untuk cita rasa Manado yang sejati cobalah bubur nasi Tinu'tuan yang merupakan makanan sarapan bergizi dengan cita rasa yang unik dan lezat. Makanan Manado bervariasi dari pedas panas sampai yang terpanas, namun sangat lezat. Yang tidak terbiasa dengan makanan panas, pastikan untuk mengatakannya saat memesan. Coba Cakalang fufu atau ikan tuna asap, atau ikan khusus, ayam, daging, atau sate babi.

Dengan populasi Kristen yang dominan, hidangan daging babi dapat dipesan di sini di banyak tempat.

Membawa rasa khas Eropa yang unik, untuk pencuci mulut cobalah Klappertaart, atau kue kelapa, sebuah warisan dari zaman Kolonial Belanda. Ini adalah kue lezat yang penuh dengan irisan kelapa muda segar. Atau coba pisang goroho, dimakan dengan sambal atau bumbu ikan - khas Manado.


Favorit