Wisata Banyuwangi : Tempat Wisata Favorit di Sekitar Kabupaten Banyuwangi

Kabupaten yang dikenal sebagai The Sunrise of Java ini merupakan bagian dari Provinsi Jawa Timur. Wisatawan di wilayah terluas se-provinsi ini terus menerus mengalami peningkatan, baik lokal maupun asing. Kabupaten yang menjadi tanah kelahiran Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Dr. Ir. Arief Yahya, menerapkan program pembangunan yang berorientasi pada kinerja tepat sasaran. Hal ini disesuaikan dengan program kerja Pemerintah Pusat, yang akrab dikenal dengan prinsip 3A, yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.

Peningkatan jumlah wisatawan juga didukung oleh semakin mudahnya perjalanan mengunjungi Banyuwangi. Dengan jumlah penerbangan sebanyak 38 kali dalam sehari (dengan transit), Banyuwangi menjadi pilihan wisata yang terjangkau. Hingga September 2017 silam, Garuda Indonesia menggelar peresmian penerbangan perdana dengan direct flight untuk rute Jakarta – Banyuwangi, dan saat ini total jumlah penerbangannya 9 kali dalam sehari.

Selain itu, rute wisata di Banyuwangi juga mudah dan menyenangkan. Dinas Pariwisata Banyuwangi bersama Pemerintah Daerah setempat menyediakan berbagai transportasi untuk para wisatawan, termasuk angkutan wisata gratis yang memiliki rute CITY TOUR, Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, Grajagan, Savanna Sadengan, Pantai Wedi Ireng, dan Bangsring underwater. Seluruhnya beroperasi sepanjang hari dengan kuota sebanyak 11 sampai 17 penumpang.

Pariwisata Banyuwangi menawarkan penginapan yang nyaman untuk para wisatawannya. Sejumlah 18 bangunan homestay menjadi pilihan yang sangat cocok untuk wisatawan dari segala kalangan, terutama bagi yang ingin mengenal kehidupan serta budaya penduduk setempat lebih dekat. Homestay juga menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana asri, yang berbeda dari nuansa hotel-hotel berbintang yang juga tersebar di Banyuwangi. Tak lupa, 6 dari 18 homestay yang ada di Banyuwangi dibangun di Desa Wisata Songgon, satu dari 10 desa pilot project yang ditetapkan Pemerintah Pusat pada Rakornas II, 2017 lalu.

Beragam destinasi wisata yang disajikan Banyuwangi menawarkan keunikan khas Jawa Timur. Sehingga, berkunjung ke Banyuwangi berarti wisata berkeliling tanpa henti.

Rumah Apung (Bangsring Underwater)

Area konservasi terumbu karang seluas 15 Hektar mengundang wisatawan untuk dapat ikut menanam bersama. Tak lupa, Bangsring Underwater juga merupakan wisata bawah laut yang menawarkan ragam atraksi, seperti snorkling, wahana bola air, kano, dan jetski.

Sejauh 20 meter dari bibir pantai, berada Rumah Apung, icon dari wisata ini. Bangunan dengan 8 keramba ini merupakan lokasi penangkaran hiu, ikan hias, dan penyu sebagai ekosistemnya. Rahasia lainnya, di titik inilah wisatawan dapat berenang bersama hiu.

 

Pendopo Sabha Swagata Blambangan

Rumah dinas Bupati Banyuwangi terletak di pusat kota, dan didirikan dengan konsep green building sejak jabatan pertama. Selain bangunan utama, di sisinya berdiri green house yang seluruh atapnya tertutup rumput dengan kemiringan 60°. Keseluruhannya menawarkan pesona bunker khas Banyuwangi.

 

Masjid Muhammad Cheng Hoo

Situs wisata religi ini terletak di Kelurahan Sumberejo, 1 kilometer ke selatan dari pusat kota Banyuwangi. Uniknya, bangunan seluas 4.500 m2 yang berdampingan dengan Pondok Pesantren Adz Dzikra Muhammad Cheng Hoo, pesantren Cheng Hoo pertama di Indonesia, didirikan oleh Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jawa Timur bersama dengan masyarakat setempat. Keseluruhan bangunannya diwarnai dengan nuandsa merah dan kuning, dan diresmikan pada 20 November 2016 oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

 

Kawah Ijen

Lokasi wisata yang terkenal dengan zona api birunya menjajakan pemandangan yang menyejukkan bagi setiap pengunjungnya. Fenomena alam ini merupakan hasil sublimasi gas belerang hingga mencapai suhu 200° C, menghadirkan situs kawah dengan zat asam terbesar kedua di dunia, setelah Dallol Volcano, Danakil Drepression, Ethiophia. Sebagai catatan, api biru mencapai titik maksimalnya pada jam 03.00 dini hari. Kawah Ijen juga merupakan tambang belerang yang aman. Aktivitas pertambangan menjadi mata pencaharian yang bisa dipelajari langsung oleh wisatawan.

 

Pantai Boom

Wisata pantai yang terdekat dengan pusat kota Banyuwangi ini dulunya merupakan pelabuhan barang dan ikan. Di bawah pengelolaan PELINDO III, pantai Boom menjadi lokasi pelabuhan kapal pesiar (yacht), baik dari Bali maupun luar negeri. Sebagai atraksi, terdapat amphitheater yang sering dijadikan lokasi acara, seperti Festival Gandrung Sewu dan Banyuwangi Beach Jazz Festival. Tak lupa, saat cuaca cerah, terlihat pemandangan Gunung Meranti, ke arah barat Banyuwangi.

 

Pantai Cemara

Dikenal sebagai pantai berpasir hitam dengan jajaran pohon cemara di pesisirnya, pantai Cemara dibagi menjadi dua zona. Pada zona inti, terdapat lokasi steril untuk penyu-penyu bertelur. Zona tersebut juga merupakan lahan konservasi cemara, namun memberikan akses trekking bagi para wisatawan. Sementara di zona pemanfaatan, wisatawan bisa menikmati penjelajahan pantai.

 

Pantai Plengkung

Sejak 1972, pantai Plengkung menjadi Surga Peselancar, yang performa ombaknya disebut sebagai satu dari tujuh Keajaiban Ombak Raksasa di Dunia. Waktu terbaik untuk mendapatkannya adalah sepanjang Juli sampai September, saat gulungan ombak mencapai titik puncak tertingginya.

 

Pantai Sukamade

Sejak 1972, pantai Sukamade merupakan wilayah konservasi bagi penangkaran penyu, yang menawarkan wisatawan untuk bisa ikut mempelajari siklus hidupnya. Tentu saja, hanya ada 4 dari 6 spesies penyu langka di dunia yang bertelur di sepanjang pesisirnya. Pantai ini terisolasi dan berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, 95 kilometer dari pusat kota Banyuwangi. Untuk mencapai lokasi ini, dibutuhkan petualangan off road, karena wisatawan akan sekaligus diajak untuk menyusuri sekaligus menyeberangi sungai.

 

Pantai Wedi Ireng

Pantai yang juga berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri menyimpan pesona bukit yang mengelilinginya. Asal mulanya, Wedi Ireng berasal dari bahasa Jawa, yang berarti ‘pasir hitam’. Konon katanya, jika pasir putihnya digali cukup dalam, terdapat hamparan pasir hitam yang menyelimuti. Ditambah teluk yang tenang, pasir putih bersih, pantai Wedi Ireng disebut sebagai Surga Tersembunyi.

 

Pantai Santen

Laplanca kedua di Indonesia ini menawarkan pesona wisata pantai dengan ragam bean bag di atas pasir hitam. Kata Santen mencerminkan jajaran pohon santan di sepanjang pesisirnya, dan lengkungmnya menawarkan pemandangan pulau Bali. Pariwisata di pulau Santen mengusung tema Syar’i, dengan mengundang wisatawannya untuk berpakaian tertutup santun, dan saat Adzan berkuandang, seluruh aktivitasnya berhenti untuk menunaikan ibadah sholat berjamaah.

 

Pantai Tabuhan

Terletak di antara pulau Bali dan Jawa, pulau tak berpenghuni ini menawarkan pesona keindahan pantai pasir putih yang halus, air laut yang jernih, dan biota laut yang menawan. Lokasi ini juga merupakan situs selancar layang dan selancar angin, karena kecepatan angin di permukaan laut 20 sampai 30 knot. Pantai seluas 5 hektar ini menjadi tempat digelarnya kompetisi selancar laying dan selancar angin tingkat internasional.

 

Pantai Pulu Merah

Kawah Ijen dikenal dengan api biru, Pulo Merah disebut merah karena di dekatnya, berdiri bukit hijau yang bertanah merah. Garis pantai sepanjang 3 kilometer dengan pasir putih bersih memanjakan wisatawan yang ingin menikmati debur ombak yang lebih datar dari Pantai Plengkung. Pulo Merah terletak sejauh 80 kilometer dari pusat kota, dan merupakan bagian langsung dari Teluk Pancer.


Favorit