Wisata Magelang : 8 Tempat Wisata Favorit yang Tidak Boleh Dilewatkan di Kabupaten Magelang

Kabupaten Magelang Jawa Tengah selama ini selalu berada di bawah bayang-bayang kota Yogyakarta. Namun beberapa tahun terakhir, Magelang tergerak untuk membuktikan bahwa kotanya pun tak kalah menarik untuk dijelajahi setelah atau sebelum menjejakkan kaki di Borobudur.

Magelang bisa dicapai dari Bandara Adisucipto Yogyakarta dengan mobil travel dan bus umum/Damri. Potensi wisata heritage atau wisata berbasis budaya dan sejarah yang ada di destinasi ini cukup banyak dikunjungi. Magelang menjadi salah satu daerah di provinsi Jawa Tengah yang sarat dengan sejarah kerajaan Jawa di masa lalu. Magelang lahir tahun 907 berdasar Prasasti Mantyasih, pada zaman kerajaan Medang. Ulang tahun Magelang diperingati setiap tanggal 11 April. Magelang saat ini gencar mempromosikan destinasinya dengan tagline ‘Magelang Tempo Doeloe’.

Pemerintah Magelang di awal tahun 2017 telah memfokuskan dan berkomitmen untuk memasarkan destinasinya berbasiskan wisata heritage dan sejarah. Alasannya, pengembangan potensi kawasan heritage yaitu keunikan dan kekayaan cagar budaya di Magelang yang tidak ada di tempat lainnya di Indonesia. Pariwisata berbasis heritage diharapkan dapat memberikan pendidikan (edukasi) pada masyarakat umum dari mulai kalangan anak – anak hingga dewasa.

Di sini ada beberapa museum khas seperti Museum BPK, Bumi Putera, Abdul Djalil, Diponegoro, dan Jenderal Sudirman yang sangat bersejarah. Kemudian semenjak tahun 2014, Magelang menjadi tuan rumah event ‘Mesastila Challenge & Ultra’, yaitu lomba lari gunung atau ultra pertama di Jawa Tengah dengan mengelilingi destinasi khas gunung, pohon, kebun dan sawah.

Candi Borobudur

Ditemukan tahun 1814 oleh Sir. Thomas Raffles, situs warisan dunia UNESCO ini telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Pada dinding stupa di Borobudur ini dihiasi dengan 2.672 panel relief dan sebagai catatan, ada sekitar 504 arca Buddha. Stupa utama yang terbesar terletak di tengah Borobudur sekaligus memahkotai bangunan ini. Ada sekitar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat patung Buddha sedang duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan). Dharmachakra mudra artinya bentuk tangan seperti memutar roda dharma.

Setiap perayaan Waisak, upacara peringatan dipusatkan di tiga candi Buddha utama dengan ritual berjalan dari Candi Mendut menuju Candi Pawon dan prosesi berakhir di Candi Borobudur. Candi Borobudur juga merupakan objek wisata andalan provinsi Jawa Tengah yang kini mendapat perlindungan dari UNESCO sebagai warisan dunia.

 

Desa Klipoh Borobudur

Desa Klipoh telah dicanangkan sebagai desa wisata semenjak tahun 2007. Dusun Klipoh, yang kerap diucapkan “Nglipoh”, berada di barat daya Candi Borobudur, Jawa Tengah. Hampir sebagian besar warga dusun kecil ini bekerja sebagai pembuat gerabah dari tanah liat. Tradisi membuat gerabah di dusun ini bisa dilihat dari relief yang ada di Candi Borobudur. Produk pelita minyak kelapa misalnya, persis seperti yang terdapat di salah satu panel candi.

Sejak tahun 2000, dusun Nglipoh telah dikunjungi wisatawan mancanegara dan domestik. Biasanya dusun ini menjadi gimmick wisata Borobudur yang dijual travel agent. Wisatawan dari Borobudur bisa berkendara andong ke dusun Nglipoh. Potensi wisatanya dikembangkan dengan memadukan unsur atraksi kerajinan pembuatan gerabah, keindahan bentang alam, budaya lokal dan kegiatan sehari-hari masyarakat. Didusun ini, wisatawan bisa mempraktekkan kegiatan mengolah bahan baku tanah liat hingga menjadi barang jadi berupa gerabah yang cantik. Atraksi semacam ini sangat disukai oleh wisatawan terutama dari mancanegara, sehingga bisa menjadi sarana edukasi yang menarik untuk memperkenalkan keunikan seni kerajinan gerabah di Indonesia.

Pada Mei 2016, di desa Karanganyar telah diresmikan Galeri Komunitas yang didukung oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dan pemerintah Australia. Salah satu tujuan Galeri Komunitas ini adalah untuk mengembangkan kerajinan gerabah Nglipoh.

 

Gardu Pandang Ketep Pass

Obyek Wisata Ketep Pass terletak pada ketinggian 1200 meter dari permukaan laut (dpl) ini memang menyajikan hamparan pemandangan pegunungan yang luar biasa. Betapa tidak, dilengkapi dengan dua buah gazebo berbentuk empat persegi panjang dan bangunan segi delapan dengan panjang panjang tiap sisi lima meter, kita bisa melihat keindahan alam Gunung Merapi dan Gunung Merbabu dari atas Puncak Bukit Sawangan ini.

Beberapa hal yang menarik lainnya, wisatawan juga bisa melihat hamparan lahan pertanian di kedua kaki gunung tersebut, sambil menikmati makanan dan minuman yang disediakan oleh pedagang disekitar obyek. Jajanan yang paling banyak dijajakan di obyek wisata dengan hawa dingin ini adalah jagung bakar. Ada juga cafe di lantai dua bangunan yang juga berfungsi sebagai gardu pandang. Disini sobat wisata dapat menikmati seduhan kopi, teh atau wedang ronde hangat sambil mengobrol ditemanin goreng pisang atau roti bakar.

 

Offroad Jurang Jero

Memacu adrenalin menyusuri jejak lahar dingin muntahan material gunung Merapi menjadi pengalaman yang takkan terlupakan. Jurang Jero berada di ketinggian kurang lebih 2000 mdpl, sehingga suhu di sini cukup sejuk. Letaknya yang tidak lebih dari 4 km dari puncak Merapi mengakibatkan tempat ini termasuk kawasan rawan bahaya. Oleh karena itu, pemukiman yang ada di sekitarnya telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Mengagumi gunung Merapi dengan cara yang berbeda, begitu menyenangkan walau penuh ketegangan. Wisata Alam Jurang Jero berada di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Kecamatan Srumbung. Offroad Jurang Jero menawarkan sensasi menaiki Jeep menjelajahi keindahan Kabupaten Magelang, melewati pedesaan, merasakan keramahan warga, menghirup udara segar diantara hamparan sawah serta menyebrangi Sungai Blongkeng yang penuh tantangan.

Menyusuri Kali Putih yang menjadi saksi keganasan lahar dingin material gunung Merapi, yang pernah menjadi bencana walau kini menjadi berkah sungguh memacu adrenalin, melewati sungai yang penuh dengan batu-batuan Merapi serta sisa galian pasir begitu menegangkan sambil melihat pemandangan nan elok, terlihat gunung Merapi begitu gagah dikejauhan serta pohon pinus dikanan kiri menambah keindahan.

 

Punthuk Setumbu

Selain dengan mendatangi candinya langsung, pengunjung juga bisa melihat dalam dimensi panorama yang berbeda, yakni memandanginya dari atas Punthuk Setumbu. Momen matahari terbit merupakan waktu yang tepat untuk berada di Punthuk Setumbu. Dari sini mata akan terpana oleh kabut putih yang mengambang melingkupi Candi Borobudur, bagaikan sebuah kembang teratai diselimuti asap. Di belakangnya berjejer gunung Merapi dan gunung Merbabu seolah melindunginya. Punthuk Setumbu menjadi lokasi ideal bagi para fotografer. Berada di ketinggian 400 meter dpl, pada gugusan pegunungan Menoreh. Sebelum terkenal sekarang, dulunya bukit ini hanyalah ladang penduduk. Setelah seorang fotografer mempublikasikan foto Candi Borobudur yang dipotret dari sini pada satu dekade silam, nama Punthuk Setumbu menjadi terkenal. Disarankan tiba di lokasi ini sebelum jam 05.00 pagi, diakses melalui jalan di dekat Hotel Manohara, Borobudur. Dari kawasan Borobudur waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncaknya adalah sekitar 30 menit berkendara.

 

Sunrise Gunung Andong

Kabupaten Magelang mempunyai gunung yang paling ramah untuk pendaki pemula, namanya gunung Andong. Memiliki ketinggian 1.726 mdpl, gunung ini adalah gunung berapi bertipe perisai, yakni gunung yang memiliki badan gunung luas dan lereng landai. Tergolong tidak terlalu berbahaya jika meletus. Meski kalah tinggi dari Merapi dan Merbabu, pemandangan yang disajikan oleh gunung Andong tak kalah dengan gunung- gunung lain yang memiliki ketinggian lebih dari 3.000 mdpl. Toh, dengan ketinggian tak mencapai 2000 meter dpl tetap juga membutuhkan persiapan bila ingin mendaki. Baik persiapan alat maupun fisik.

Basecamp pendakian gunung Andong berada di kecamatan Ngablak. Karena belakangan gunung ini semakin terkenal, saat ini telah dibuka beberapa jalur lain selain jalur utama. Adapun jalur utama dan paling umum untuk melakukan pendakian ke gunung Andong adalah melalui Dusun Sawit Desa Girirejo. Lokasi desanya tidak terlalu tinggi sehingga kendaraan biasapun bisa sampai kesana. Saat ini gunung Andong mulai ramai didaki, terutama akhir pekan. Kelompok orang muda suka mendirikan tenda di atas gunung dan menanti matahari terbit.

 

Top Selfie Kragilan Pakis Magelang

Top Selfie Pinusan Kragilan, dari namanya saja sudah cukup menunjukkan identitas. Terletak di Desa Kragilan, Kec. Pakis, satu kecamatan di ujung timur Magelang, serta masih menjadi bagian dari lereng gunung Merbabu, ini merupakan hutan pinus yang sejuk dan rindang. Setiap hari dari pagi sampai sore, pengunjung terus berdatangan. Masuk akal, sebab saat ini ia adalah primadona baru wisata Magelang. Bagi yang berkunjung ke Magelang, nama tempat ini sudah pasti akan direkomendasikan untuk didatangi. Akses ke tempat ini mudah jika Anda sudah tahu arah ke Ketep Pass, maka lokasi Top Selfie Pinusan Kragilan berada setelah Ketep Pass, kira-kira 12 km ke arah timur. Terdapat jalan setapak serta sejumlah fasilitas pendukung seperti ayunan.

Di Top Selfie Kragilan pengunjung juga bisa berfoto dengan burung hantu jinak (owl) jenis Oriental Bay, Buffy Fish, Setrix Seloputo dan Tito Alba. Penyewaan hammock warna warni juga ada disini, silahkan berfoto seperti sedang berkemah di alam terbuka dengan nuansa pinus sebagai latar.

 

Camera House

Camera House menawarkan surganya berfoto dengan hasil yang menakjubkan bak di alam nyata. Begitu banyak pilihan latar belakang foto yang menarik untuk diabadikan, tak hanya itu camera house menjadi wahana foto yang digemari serta gembok cinta di puncak bangunan menjadi daya tarik bagi para pasangan. Berada di Desa Majaksingi, hanya 5 menit dari Candi Borobudur ke arah selatan. Bentuk bangunannya unik seperti kamera DSLR, rumah kamera ini didirikan oleh seorang seniman lokal bernama Tanggol Angien Jatikusumo untuk memajang hasil karyanya. Camera House mendapat penghargaan dari MURI sebagai rumah kamera terbesar di Indonesia.

 

Arung Jeram Sungai Elo

Kabupaten Magelang terdapat beberapa sungai besar yang sangat cocok untuk wisata petualangan air, khususnya arung jeram. Potensi ini menjadi nyata dengan hadirnya wisata arung jeram yang memanfaatkan sungai Elo, sepanjang 12 km yang dimulai dari Desa Blondo hingga Desa Progowati, Kecamatan Mungkid. Sepanjang jalur sungai Elo, wisatawan bisa menikmati keindahan alam, melatih keseimbangan dan kekompakan. Ini pilihan yang sangat baik bagi mereka yang sehari-hari sibuk dengan rutinitas. Nilai tambah dari arung jeram yakni letaknya yang tak begitu jauh dari Borobudur, sehingga memungkinkan untuk dijadikan sebuah paket antara wisata budaya dengan wisata alam. Di area ini banyak operator arung jeram yang profesional dan siap membantu kebutuhan wisatawan, baik yang datang sendiri atau rombongan (group).


Favorit