Favorit

Wisata Manado : 5 Spot Menyelam atau Diving Paling Populer dan Favorit di Bunaken, Manado

1. Barracuda Point

Sebenarnya spot ini terdapat di dua lokasi namun berdekatan, terletak di Pulau Mantehage, kawasan bagian utara Bunaken. Sesuai namanya, banyak orang yang menyelam di spot ini memang bertujuan untuk melihat gerombolan baracuda berukuran besar. Selain itu, spot ini juga menjadi habitat bagi beberapa ikan lainnya seperti dogtooth tuna, ikan kuwe mata besar (big eye trevally), dan eagle rays. Lereng pasir yang luas juga menyajikan sensasi tersendiri bagi mereka yang melakukan penyelaman di spot ini.

 

2. Molas Shipwreck

Spot yang paling dekat dengan kota Manado ini sering disebut-sebut sebagai spot favorit para fotografer bawah laut. Selain karena ada kapal Jepang yang bertengger di kedalaman 40 meter, di spot ini juga terdapat beberapa ikan cantik seperti kuda laut, ikan giru (clownfish), dan ghost pipefish. Arus yang susah ditebak merupakan tantangan bagi mereka yang ingin melihat keindahan ekosistem laut di spot ini.

 

3. Batu Kapal

Inilah spot paling jauh dari Bunaken, yang terletak di Pulau Nain. Perbedaannya dengan spot lain di Bunaken adalah ‘wahana’ di Batu Kapal lebih didominasi oleh hard coral. Selain itu, yang menjadi daya tarik utama spot ini adalah, terdapat ngarai yang dimulai dari kedalaman 40 meter hingga 60 meter dan hiu kepala martil berukuran raksasa. Tentunya, spot ini dikhususkan bagi mereka yang memiliki sertifikat advance diver.

 

4. Lekuan 1, 2, 3

Ibarat drama korea, spot diving yang satu ini memiliki sekuel tersendiri, terasa ganjil jika salah satunya diewatkan. Terletak di bagian selatan Bunaken, spot ini merupakan rumah bagi ribuan ikan dengan jumlah dan jenis yang bikin pusing. Mulai dari ikan napoleon, hiu karang, scorpion fish, hingga ostracion atau yang lebih dikenal dengan box fish tersedia di spot ini. Salah satu keunggulan spot ini adalah arusnya yang tenang sehingga jarak pandang puncukup jauh.

 

5. Pangalingan

Spot yang satu ini terletak di Pulau Manado Tua, sekitar 10 menit berlayar menggunakan kapal nelayan dari Bunaken. Dinding vertikal yang kaya akan terumbu karang warna-warni adalah pengalaman seru yang ditawarkan spot ini. Selain hiu sirip putih dan baracuda, di Pangalingan juga sering ditemui dogtooth tuna (ikan tuna gigi anjing), eagle rays, bahkan lobster. Dengan kedalaman rata-rata 20 meter, jarak pandang di spot ini tergolong bagus dan hal itu pula yang menyebabkan Pangalingan banyak penggemarnya.

 

Tips:

Jika ingin kondisi yang ‘aman’, datanglah di bulan Maret hingga Oktober, dimana cuaca cerah akan melancarkan aktifitas menyelam kalian di Bunaken.

 

Perjalanan Menuju Bunaken

Dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju bandar Sam Ratulangi, Manado, harga tiket rata-rata Rp. 1.200.000. Namun, jika sedang promo atau pemesanan di atas satu bulan sebelum keberangkatan, harga tiket bisa menyentuh Rp. 900.000 bahkan kurang. Dari Bandara Sam Ratulangi, kalian dapat melanjutkan perjalanan menuju Dermaga Kuala Jengki dengan menaiki angkutan umum. Pertama, kalian harus naik angkutan umum menuju Terminal Pal, yang kemudian menyambung angkutan umum lagi menuju pasar 45. Dari pasar 45, kalian hanya perlu berjalan kaki menuju Dermaga Kuala Jengki sekitar 10 menit. Selanjutkan, untuk menyebrang ke Bunaken, kalian dapat naik kapal dengan biaya Rp 25.000-Rp. 50.000/orang (tergantung musim liburan atau bukan).

 

Diving Agent:

  • Two Fish DIvers: +62 811-432-805;
  • Bastianos Bunaken Diving Resort: +62 822-9321-9743;
  • Froggies Dibers Resort: +62 811-4348-100;
  • Bunaken Divers Sea Breeze Resort; +62 811- 439-558.

 Untuk paket biasa (2 kali penyelaman), harga berkisar dari Rp. 1.100.000 hingga Rp. 1.500.000.


Favorit