Favorit

Wisata Sabang : 5 Spot Menyelam atau Diving Populer di Pulau Weh, Aceh

1. Batee Tokong

Nggak nanggung-nanggung, 3 jenis hiu sering terlihat di spot ini: hiu sirip putih, hiu sirip hitam, dan hiu sirip silver. Bukan hanya itu, di spot ini juga terdapat lion fish, scorpion fish, bahkan gurita berukuran besar. Tapi, entah kenapa, factor penyebab spot ini menjadi incaran penyelam bukan karena hal-hal di atas, melainkan pada lereng curamnya. Menurut beberapa penyelam yang Gloob! kenal, lereng yang curam memang menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

 

2. The Canyon

Semuanya terbaik, tapi ini yang terbilang paling beda, The Canyon. Tahu Grand Canyon di Arizona, Amerika Utara, ‘kan? Nah, bagaimana rasanya jika Grand Canyon ada di dalam air? Pasti seru banget. Itulah yang ditawarkan spot ini. Kalian akan menyusuri saluran ngarai selebar 5 meter dengan kedalaman maksimal 60 meter. Bahkan, jika beruntung, kalian dapat melihat ikan napoleon berukuran raksasa. Nggak ketinggalan, baracuda dan manta ray juga menjadi nilai lebih spot ini.

 

3. Pulau Rondo

Inilah spot diving paling jauh dari Pulau Weh. Dengan kedalaman rata-rata 30 meter, Pulau Rondo menjadi favorit banyak penyelam karena kontur lereng yang menantang dan ekosistem lautnya yang kaya. Bahkan, salah satu diving agent di Pulau Weh pernah mengutarakan, bahwa spot ini cocok bagi para penyelam profesional yang telah mencicipi berbagai jenis diving spot dan menginginkan hal yang baru juga unik untuk penjelajahan selanjutnya.

 

4. Dataran Hiu (Shark Plateau)

Sesuai namanya, di spot ini terdapat banyak hiu hilir mudik, diantaranya adalah hiu sirip putih dan hiu sirip hitam. Terletak di bagian barat daya pusat kota Weh, spot ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyelam yang menyambanginya. Bukan 1 atau 2, puluhan hiu bisa terlihat bersamaan dengan baracuda atau manta yang datang bergerombol. Sertifikat yang minim kalian miiki untuk mencicipi spot ini adalah advance open water.

 

5. Sophie Rickmers Wreck

Sebuah kapal kargo buatan Jerman pada tahun 1920 terdampar di bawahnya, yang kini menjadi karang dan juga ‘tempat bermain’ favorit banyak penyelam dari berbagai negara. Bertengger di kedalaman 55 meter, spot ini memang disediakan hanya untuk mereka yang memiliki pengalamam mempuni. Sophie Rickmers Wreck merupakan salah satu spot terdekat dengan daratan. Jadi, bukan hanya di bawah, pemandangan di permukaan airnya pun memesona, dan hal itulah yang membuat spot ini banyak digemari penyelam.

 

Tips:

Musim yang cerah dan pas untuk menyelam di Pulau Weh berkisar dari bulan April hingga November. Di bulan-bulan itu, cuaca kerap tanpa hujan dan arus di laut pun lumayan tenang, nggak ngeggangu aktifitas penyelaman.

 

Perjalanan Menuju Sabang

Dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandara Sultan Iskandar, Aceh, harga tiket berkisar Rp. 600.000 sampai Rp. 800.000 (harga diluar musim liburan; pemesanan minimal seminggu sebelum keberangkatan). Lalu, dari Bandara Sultan Iskandar Muda, kalian harus lanjut menuju Pelabuhan Ulee Lheue di kota Banda Aceh menggunakan bus damri dengan membayar Rp. 20.000. Setelah sampai di pelabuhan, kalian dapat memiih kategori perhau yang akan digunakan untuk touch down ke Pulau Weh: speed boat atau feri. Jika menggunakan feri, durasi perjalanan Pelabuhan Ulee Lheue-Weh sekitar 2 jam, dan memakan biaya Rp. 25.000. Sedangkan speed boat, durasinya hanya 45 menit namun memakan biaya sebesar Rp. 85.000.

 

Diving Agent:

  • Rubiah Tirta Divers: +62-6523-3245-55;
  • Lumba-Lumba Diving Centre: +62-6523-3241-33; +62-8526- 0920-505;
  • Monster Divers: +62-813- 1452-2827.

 Untuk paket biasa (1 kali menyelam beserta peralatan), harganya berkisar dari Rp. 390.000 hingga Rp. 550.000.


Favorit