Wisata Toba Samosir : Tempat Wisata di Kabupaten Tobasa yang Selain Danau Toba yang Terkenal

Kabupaten Toba Samosir yang beribukota di Balige ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara. Secara administratif berdiri resmi pada tahun 1998. Saat itu, Kabupaten Toba Samosir memang belum semaju seperti saat ini. Masyarakat yang awalnya hanya mengandalkan bercocok tanam dan minim fasilitas pendidikan, seiring dengan pergantian tahun dan kepemimpinan di Kabupaten ini, nampak memiliki kemajuan signifikan akan wilayah administrasinya. Masyarakat yang tadinya hanya mengandalkan dari hasil sawah, mulai menanam vegetasi perkebunan seperti kopi, coklat, karet, kopra dan bawang merah. Tanaman bawang merah yang tumbuh di perbukitan kawasan Toba Samosir penampilannya lebih kecil dari bawang umumnya, namun lebih kuat aroma dan rasa gurih bawangnya.

Toba Samosir juga saat ini terkenal akan pusat pendidikannya. Salah satu Perguruan Tinggi terkenal di Tobasa ialah Institut Teknologi Del. Beberapa SMA Swasta dan Negeri yang ada di Balige mampu mengirimkan putra-putri terbaiknya ke pertandingan Olimpiade Internasional dan tidak jarang mereka membawa pulang hadiah utama. Perekonomian di Kabupaten ini juga didukung oleh infrastruktur yang sudah dibangun dengan kondisi baik dan dekat dengan Bandara Silangit. Inilah yang membuat objek-objek wisata di Kabupaten Samosir tidak kalah dengan Kabupaten lainnya di Kawasan Toba.

 

Bukit Pahoda

Danau Toba memang dikelilingi perbukitan hijau yang indah dipandang mata. Bukit hijau ini seakan-akan menjadi pertanda suburnya daerah ini. Vegetasi utama yang tumbuh di sepanjang jalur Bukit Barisan ini ialah tanaman pinus dengan tanaman perdu lainnya yang berkayu keras.

Bukit Pahoda ini berada di areal perbukitan yang masih dapat ditempuh dengan roda empat. Memang belum banyak yang tahu akan area perbukitan ini. Namun bagi warga lokal, Bukit Pahoda ini cocok dijadikan tempat untuk selfie dengan latar belakang Danau Toba yang membentang luas pastinya. Bukan hanya utk selfie saja, namun Bukit Pahoda ini sering dipakai untuk aerosport yang cukup menantang adrenalin. Dari posisi ketinggian di Bukit Pahoda juga, kita dapat melihat Danau Toba dengan sisi yang berbeda dari daerah lainnya.

 

Balige

Sebagai ibukota dari Kabupaten Toba Samosir, Kota Balige memiliki daya tarik yang cukup istimewa. Jarak tempuh hanya 20 menit dari Bandara Silangit. Kota ini adalah lokasi Karnaval Kemerdekaan RI yang diselenggarakan bulan Agustus 2016. Sorotan wisatawan nusantara dan mancanegara menjadi bertambah semenjak event Karnaval Kemerdekaan diadakan di kota ini. Ditambah lagi, saat itu Presiden Joko Widodo turut hadir dalam pawai yang melibatkan ribuan masyarakat lokal dan daerah sekitar. Barisan warna – warni yang berasal dari pakaian adat yang dikenakan, tandok (tempat beras) dan aksesoris lainnya menjadi pemandangan langka yang indah saat itu. Kota Balige saat ini menjadi salah satu kota pusat pendidikan dan budaya yang diakui kualitasnya baik nasional maupun Internasional.

 

Museum TB Silalahi Center

Museum pribadi yang terletak di Desa Silalahi, Balige. Museum ini dibangun sebagai wadah untuk generasi muda supaya tetap menghargai budaya dan adat istiadatnya namun tetap memandang maju ke masa depan untuk terus meraih cita-cita dan mimpi. Pemilik Museum TB Silalahi sendiri adalah warga desa biasa dan dilahirkan dengan kondisi yang tidak beruntung. Pekerjaannya di kampung saat itu ialah menjadi penggembala kerbau, namun seiring perjalanan karir dan perubahan nasib, TB Silalahi berhasil menjadi seorang Jenderal TNI. Koleksi pribadi dari Jenderal TB Silalahi di display di Museum ini sebagai benda bersejarah.

Baca juga : Museum Batak dan TB Silalahi Center di tepi Danau Toba : Tempat Mengenal Suku Batak

Di Kompleks Museum juga terdapat miniatur rumah Batak yang disusun membentuk miniatur desa Batak zaman dahulu. Berbagai barang dan hiasan yang merupakan sejarah peninggalan adat Batak (Toba, Karo, Simalungun, Mandailing, Angkola dan Pakpak) menjadi pelengkap koleksi Museum ini. Museum ini adalah Museum Batak terbesar di dunia yang didirikan tanggal 7 Agustus 2007. Silahkan sobat wisata berkunjung ke Museum ini setiap hari dari Senin-Minggu pukul 08.00 – 17.00 WIB.

 

Makam Raja Sisingamangaraja XII

Dibangun terpisah dari Komplek Makam Sisingamangaraja yang ada di Bakkara, makam ini terletak di desa Pagar Batu Balige. Di tempat ini disemayamkan tulang belulang Raja Sisingamangaraja ke XII atau yang lebih dikenal dengan Raja Patuan Bosar Ompu Pulo Batu. Lahir di Bakkara tahun 1849. Semasa hidupnya, Raja Sisingamangaraja adalah seorang penguasa di daerah Tapanuli. Dia turut mempertahankan daerah Batak dari serangan bangsa Belanda. Sisingamangaraja ke XII wafat di Simsim dan dimakamkan di Soposurung, Balige tahun 1907.

Raja Sisingamangaraja dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional pada tahun 1961 oleh Presiden RI saat itu. Makam ini menjadi situs bangunan bersejarah khususnya bagi Suku Batak.

 

Desa Adat Ragi Hotang

Desa Adat yang baru saja diresmikan Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Badan Otorita pada bulan Februari 2017. Desa adat ini terletak di Kecamatan Tampahan. Mengunjungi Desa Meat sobat wisata dapat melihat hasil revitalisasi rumah adat dan konstruksi yang bernilai budaya tinggi. Disana terdapat 3 unit rumah adat batak dan satu unit Sopo yang merupakan peninggalan leluhur warga setempat yang dibangun 126 tahun yang lalu dan hingga kini masih berdiri kokoh.Pelestarian dari Desa Adat ini menjadi salah satu prioritas untuk wadah pembelajaran masyarakat supaya mengenal sejarah dan adat.

 

Onan Balerong

Bangunan ini adalah pasar tradisional di Balige dengan struktur bangunan yang berbentuk “sopo” atau rumah adat Batak yang unik dan dinilai cukup berhasil menarik minat turis lokal dan mancanegara. Ada enam baris bangunan bercirikan rumah adat ini. Kemegahan bangunan berhiaskan “gorga” ini juga adalah peninggalan kolonial Belanda pada 1936. Meskipun terlihat sama, namun tiap ‘gorga’ memiliki corak dan pola ukiran yang tidak sama, ini dikarenakan Komplek Onan Balerong ini dikerjakan oleh arsitek yang berbeda.

Onan yang berarti Pasar pada zaman dulu memiliki fungsi yang lebih luas disamping sebagai fungsi ekonomi. Saat itu Onan dijadikan juga sebagai sarana interaksi sosial dalam penyampaian kabar berita antar kampung. Sampai sekarang, Onan Balerong masih menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat. Setiap Jumat, tidak kurang dari tiga ribu pedagang menggelar dagangannya, namun di hari biasa hanya sekitar 500 pedagang.

Sobat wisata yang ingin berbelanja ulos atau kuliner khas Batak dapat mampir ke kawasan Onan Balerong ini dari mulai jam 7 pagi hingga jam 4 sore.

Dikutip dari : Pesona E-Magazine 2017


Favorit