Cari Tempat Wisata


Taman Nasional Laiwangi Wanggameti di Sumba : Tempat Perlindungan Kakatua jambul yang Langka

Taman Nasional Laiwangi Wanggameti di Sumba : Tempat Perlindungan Kakatua jambul  yang Langka
Kategori : Wisata Alam / Cagar Alam
Lokasi Indonesia / Nusa Tenggara Timur
Alamat : Taman Nasional Laiwangi Wanggameti, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, NTT
Views : 1063

Taman Nasional Laiwangi Wanggameti merupakan kawasan lindung flora dan fauna di Kecamatan Tabundung, Paberiwai dan Pinu Pahar di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Taman di bagian selatan pulau Sumba atau sekitar 100 kilometer dari kota Waingapu memiliki luas 880 kilometer persegi , merupakan perwakilan dari semua jenis hutan di Sumba termasuk hutan elfin yang sangat langka.

Taman Nasional Laiwangi Wanggameti adalah taman konservasi yang didirikan pada tahun 1998 dan memiliki keanekaragaman nilai yang sangat tinggi pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Kawasan merupakan bagian integral dari lingkungan sekitar dan menerapkan prinsip keberlanjutan ekologis, keberlanjutan ekonomi dan budaya keberlanjutan sosial.

Komposisi unik Taman Nasional Laiwangi Wanggameti meliputi 60 persen adalah stepa dan 40 persen adalah hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan dataran tinggi. Pelancong dapat melakukan pengamatan burung di desa Praing Kareha untuk menyaksikan kakatua jambul berwarna ungu dan burung enggang Sumba yang bersarang di pepohonan.

Spesies tanaman di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti adalah hutan jambu biji (Syzygium sp.), Pulai (alstonia scholaris), beringin (ficus sp.), Kenari (canarium oleosum), kayu manis (cinnamomum zeylanicum), honggi (Myristica littoralis), suren (Toona sureni), taduk (Sterculia foetida), kesambi (Schleichera oleosa), hangkang (Palaquium obovatum) dan lain-lain.

Taman yang merupakan habitat beberapa satwa liar seperti kera ekor panjang (Macaca fascicularis fascicularis), babi hutan (Sus sp.), Kadal monitor (Varanus salvator), ular piton Timor (Phyton timorensis), unggas hutan (gallus gallus) dan lain-lain. Lebih dari 43 jenis kupu-kupu adalah kupu-kupu halipron (Troides haliphron naias), Elimnias amoena, Sumalia chilo, Ideopsis oberthurii, Athyma karita dan lain-lain.

Sementara untuk burung ada walik rawamanu (Ptilinopus dohertyi), punai Sumba (Treron teysmannii) dan banyak spesies burung lainnya seperti genak Sumba (Turnix everetti), kakatua cempaka (Cacatua sulphurea citrinocristata), burung beo (Lorius domicella), sikatan Sumba (Ficedula harterti) kepudang sungu Sumba (Coracina dohertyi), madu Sumba (Nectarinia buettikoferi) dan lain-lain.

Selain tempat flora dan fauna yang langak, Taman Nasional Laiwangi-Wanggameti juga menyimpan berbagai peninggalan budaya. Kawasan ini memiliki banyak kuburan purba yang diukir dengan beberapa fitur seperti kuda, kerbau, pria dan wanita. Makam kuno dan simbol status sosial keluarga yang ditinggal, rumah tradisional Sumba dan upacara pemakaman tradisional Marapu.

Taman Nasional Laiwangi Wanggameti  juga memiliki Panorama eksotik seperti di Desa Nangga, Desa Wanggameti, dataran tinggi Katikuwai dan Puncak Wanggameti. Ekosistemnya dengan pemandangan perbukitan yang curam dan lembah merupakan pemandangan alam yang unik. Danau dan air terjun Laputi di Praingkareha, air terjun Waikanabu di desa Waikanabu dan lain-lain.

Aktivitas

Trekking, hiking, camping, hammocking. Menjelajahi flora dan fauna. Menjelajahi etnografi, arkeologi, arsitektur, budaya dan kuliner. Menyaksikan matahari terbenam dan matahari terbit, berburu fotografi dan videografi, dan lain-lain.

Tips

Musim kunjungan terbaik adalah bulan Maret sampai Juni dan Oktober sampai Desember.

Perjalanan atau Rute Menuju Taman Nasional Laiwangi Wanggameti

Tujuan pertama Anda adalah Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dari Kupang mengambil penerbangan ke Bandara Umbu Mehang Kunda di Kota Waingapu. Kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan mobil dengan jarak 100 km dari kota Waingapu atau 2 jam perjalanan ke Taman Nasional Laiwangi Wanggameti di Desa Wanggameti, Tana Rara dan Tabundung.

or cancel