Cari Tempat Wisata


Pulau Penyengat Kepulauan Riau : Tempat Wisata Religi di Tanah Melayu

Pulau Penyengat Kepulauan Riau : Tempat Wisata Religi di Tanah Melayu
Kategori : Wisata Religi / Islam
Lokasi Indonesia / Kepulauan Riau
Alamat : Pulau Penyengat, Kepulauan Riau
Views : 41

Pulau Penyengat adalah pulau kecil berjarak sekitar 2 km di seberang Tanjung Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau. Pada abad ke-18 pulau ini merupakan lokasi pemerintahan Kesultanan Johor-Riau dengan istana perpaduan arsitektur Jawa dan Belanda dan kini tengah direnovasi setelah sempat terbengkalai selama 80 tahun.

Belum dapat dipastikan asal mula nama 'penyengat' namun menurut cerita masyarakat sekitar dahulu pulau ini dijadikan pelabuhan persinggahan pelaut untuk mengambil air tawar untuk bekal pelayaran. Suatu waktu seorang saudagar yang hendak mengambil air tiba-tiba 'disengat' ribuan lebah yang tinggal di pepohonan pulau ini. Dari situlah nama 'penyengat' berasal.

Karena pulau ini berada di tengah-tengah laut maka mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah nelayan. Penduduk Pulau Penyengat merupakan keturunan Melayu dan bahasa ibu mereka adalah bahasa Melayu Riau. Mayoritas penduduk Pulau Penyengat menganut agama Islam yang taat dengan tatakrama dan kesopanan sangat dijunjung tinggi. Karena merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Johor-Riau, di pulau ini banyak ditemui berbagai peninggalan Kesultanan Johor-Riau diantaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau, Kompleks Pemakaman Keluarga Kesultanan Johor-Riau, makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor, Balai Adat, dan benteng di Bukit Kursi.

 

Masjid Raya Sultan Riau

Masjid Raya Sultan Riau ini memiliki 13 kubah dan 4 menara masjid berujung runcing setinggi hampir 19 meter. Jika jumlah kubah dan menara dijumlahkan, maka 17 adalah penunjuk bilangan rakaat shalat dalam satu hari. Di pintu masuk Masjid Raya Sultan Riau ini, terdapat Al Quran yang ditulis oleh Abdurrahman pada tahun 1867 M, dikisahkan Beliau ini adalah putra Riau yang belajar di Istambul Turki dan Al Quran tersebut ditulis olehnya ketika mengajar agama Islam di Pulau Penyengat, Riau.

Masjid yang dibangun menggunakan perekat putih telur ini memiliki warna kuning menyala dan sangat mencolok jika dilihat dari kejauhan. Di dalam masjid ini terdapat kitab suci kuno yang berjumlah 300 buah, kitab-kitab kuno koleksi perpustakaan Raja Muhammad Yusuf al Ahmadi, dan dua mushaf Al Quran tulisan tangan yang diletakkan dalam peti kaca di depan pintu masuk. Masjid ini merupakan kebanggaan masyarakat Pulau Penyengat.

 

Kompleks Pemakaman Keluarga Kesultanan Johor-Riau

Di kompleks pemakaman ini terdapat makam Engku Puteri Permaisuri Sultan Mahmud yang wafat pada 1812, makam Raja Ahmad, Raja Abdullah, Raja Aisyah Permaisuri, dan Raja Ali Haji yang merupakan seorang pahlawan nasional.

 

Meriam di Bukit Kursi

Dahulu bukit ini merupakan benteng pertahanan Kerajaan Johor - Riau. Di Bukit Kursi ini terdapat 8 meriam. Posisi benteng di bukit ini sangat strategis, ketika musuh sudah nampak akan mendekati pulau, tinggal di tembak saja.

 

Balai Adat

Balai adat yang berarsitektur Melayu. Balai Adat ini berfungsi sebagai pusat kegiatan masyarakat Pulau Penyengat mulai dari musyawarah hingga penyelenggaraan hajatan pernikahan. Berikutnya Anda bisa melanjutkan untuk melihat gedung yang dahulu digunakan sebagai tempat.

 

Gedung Mesiu

Gedung Mesiu, pada masa kerajaan Johor-Riau dahulu adalah bangunan yang memiliki dinding tebal, kubah bertingkat serta jendela kecil berjeruji besi yang digunakan sebagai gudang tempat penyimpanan mesiu.

 

Transportasi Sekitar

Untuk berkeliling pulau hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Satu-satunya transportasi yang bisa membawa Anda berkliling pulau hanya sepeda motor atau becak motor. Becak motor di Pulau Penyengat mirip seperti yang ada di Kota Medan. Ongkos sewanya sebesar Rp20.000,-.

 

Perjalanan atau Rute Menuju Pulau Penyengat

Jarak Pulau Penyengat dari Tanjung Pinang tidak begitu jauh dan dapat diakses menggunakan speed boat dengan biaya Rp 10.000,- per orang. Anda bisa juga menyewa speed boat untuk beberapa orang dengan kisaran biaya Rp 80.000,-. Apabila Anda menuju Pulau Penyengat dari Singapura maka bisa menggunakan satu dari tiga kapal ferry yang tersedia di Pelabuhan Tanah Merah. Perjalanannya memakan waktu dua jam.

or cancel

Tempat Wisata Lainnya di Kepulauan Riaumore »