Cari Tempat Wisata


Desa Watublapi Sikka : Menyaksikan Proses Menenun yang Langka dan Tarian yang Indah di Flores, NTT

Desa Watublapi Sikka : Menyaksikan Proses Menenun yang Langka dan Tarian yang Indah di Flores, NTT
Kategori : Wisata Budaya & Warisan / Desa Tradisional
Lokasi Indonesia / Nusa Tenggara Timur
Alamat : Desa Watublapi, Kajowair, Mauemere, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, NTT
Views : 1069

Desa atau Kampung Tradisional Watublapi adalah sebuah kawasan di Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menawarkan masyarakat tradisional eksotis. Para perempuan menenun dengan teknik tenunan ikat pola langka, menggunakan peralatan tradisional dan pewarna alami dari tumbuhan untuk menghasilkan kain indah ini.

Laki-laki di Desa Watublapi bekerja menanam tanaman dan memelihara ternak di ladang, sedangkan perempuan menenun kain tenun ikat. Budaya tradisional yang dipamerkan dalam kehidupan sehari-hari menghadirkan keindahan dan keramahan di antara rumah-rumah tradisional yang elegan, tarian dan kerajinan yang indah.

Tarian tradisional diselenggarakan untuk acara-acara khusus di mana kain perempuan, syal menawan, kalung manik-manik yang berwarna-warni, bergetar di kaki dan bernyanyi di sebuah lanskap pegunungan yang kaya akan pohon palem, cengkeh, mete, kakao dan kopi.

Musik dan tari merupakan ritual untuk menjunjung tinggi nilai persahabatan, loyalitas dan rasa hormat terhadap budaya leluhur. Perempuan maju dan memercik ke semua orang sambil menginjak, menyanyi dan menari dengan sukacita dan keramahan di antara rumah-rumah tradisional.

Kain tenun berwarna-warni di rumah-rumah pekarangan berasal proses pencelupan menggunakan pohon nila untuk warna biru, akar kunyit untuk kuning dan noni hingga coklat dan pepaya menjadi hijau. Benang dibuat dari kapas yang dipanen dari kebun.

Selendang kecil yang terbuat dari benang modern menghabiskan waktu selama tiga sampai empat minggu, sementara menggunakan benang tradisional diproses secara manual dan rumit menghabiskan lebih dari tiga bulan. Ikat dan tari merupakan kesatuan budaya yang khas sebagai masyarakat adat di Watublapi.

Kerajinan tenun memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan pakaian sehari-hari, juga bagian dari budaya masyarakat adat di Sikka seperti Belis atau mas kawin dan upacara keagamaan. Mereka membuat Utang atau sarung tangan untuk wanita, Lipa atau sarung tangan untuk pria, Lensu atau ikat kepala dan syal.

Gaya masing-masing kain didominasi oleh simbol bintang, pelikan, orang yang menunggang kuda, ayam, ular, rusa, burung, bunga dan lain-lain. Motif juga memiliki makna simbolis untuk upacara kultivasi, ritual pencegahan nasib buruk, pemakaman, upacara pernikahan, penghormatan terhadap orang tua, kebahagiaan dan harmoni.

Warga dalam kehidupan tradisional di rumah arsitektur tradisional yang indah, bekerja dari pagi sampai sore dengan ikatan keluarga yang bahagia dan kuat. Tidak ada yang harus mengajarkan apa yang harus mereka lakukan dalam kehidupan sederhana.

Aktivitas

Melajahi etnografi, arkeologi, arsitektur, budaya dan kuliner. Toko kerajinan dan menyaksikan atraksi budaya. Berburu fotografi dan videografi, dan lainnya.

Perjalanan atau Rute Menuju Desa Watublapi

Tujuan Pertama adalah Kota Kupang, dari Kota Kupang dilanjutkan penerbangan ke Bandara Frans Xavier Seda di Kota Maumere. Dari Bandara di Maumere dilanjutkan perjalanan menggunakan mobil menuju Kampung  Tradisonal atau Desa Watublapi. Adapun jarak Desa Watublapi dari Kota Maumere sekitar 15 Km.

or cancel