Cari Tempat Wisata


Tradisi Cium Hidung Suku Sabu : Salaman Unik di Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur

Tradisi Cium Hidung Suku Sabu :  Salaman Unik di Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur
Kategori : Wisata Budaya & Warisan / Komunitas
Lokasi Indonesia / Nusa Tenggara Timur
Alamat : Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur
Views : 384

Wisatawan memiliki alasan berbeda untuk mengunjungi daerah tertentu selama liburan. Bagi yang berkunjung ke Provinsi Nusa Tenggara Timur memang memiliki maksud yang sama, yaitu menjelajah pantai yang eksotis. Namun, di samping itu, mereka tidak boleh melewatkan kesempatan untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya unik di wilayah ini juga. Misalnya, ada tradisi mencium hidung Suku Sabu. Seperti yang orang harapkan, penduduk setempat akan menyentuh hidung mereka kepada orang lain sebagai isyarat pertemuan. Nah, tujuannya mirip dengan yang biasa dilakukan dengan berjabat tangan atau cium pipi ketika kita menyapa orang. Dalam bahasa lokal, tradisi seperti itu disebut Henge'do.

Tradisi unik ini dimiliki Suku Sabu di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bagi wisatawan, memang terlihat unik dan menjadi daya tarik baru yang bisa mereka nikmati ketika berkunjung ke kawasan itu. Dalam hal ini, mereka harus mengunjungi Pulau Sabu di mana orang-orang itu tinggal. Konon Suku Sabu berasal dari laut dan tempat yang jauh. Mereka mampir di desa dan menumbuhkan peradaban di sana. Hari ini, mereka telah menjadi bagian dari objek wisata Provinsi NTT sehingga setiap orang tidak boleh melewatkan untuk mengunjungi pulau dan mempelajari semua tradisi unik yang tersedia di sana!

Lebih lanjut tentang Tradisi Cium Hidung

Bagi orang awam, tradisi seperti mencium hidung Suku Sabu memang terlihat aneh atau ganjil. Namun, bagi wisatawan, itu menjadi alasan lain untuk mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Setidaknya, mereka bisa mengetahui filosofi di baliknya! Dikatakan Suku Sabu menganggap hidung sebagai simbol kekeluargaan. Tidak heran, mereka menggunakannya sebagai media untuk menyapa orang tanpa memandang status mereka. Bahkan, mereka melakukan ciuman hidung untuk orang asing atau turis yang belum pernah mereka temui sebelumnya!

Sekilas, tradisi ciuman hidung Indonesia ini mirip dengan Suku Maori di Selandia Baru. Alih-alih menggosok hidung dengan orang lain, orang-orang di Pulau Sabu mungkin hanya menyentuh hidung mereka untuk orang lain '. Tidak hanya itu dapat dilakukan dalam jenis kelamin yang sama, tetapi juga dapat dilakukan dengan jenis kelamin lain! Itu berarti baik pria maupun wanita dapat melakukannya secara bebas tanpa masalah gender, kelas sosial, usia, status, dll. Dalam hal fungsi, tradisi mencium hidung memiliki tujuan untuk memperkuat rasa persaudaraan. Namun, itu juga berfungsi sebagai gerakan untuk menghormati orang yang lebih tua.

Faktanya, tradisi ini tetap ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan telah dilakukan oleh Suku Sabu selama beberapa generasi. Apalagi suku-suku lain juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka! Bagaimana dengan turis? Yah, mereka diizinkan melakukannya selama mereka melakukannya dengan benar.

Perjalanan Mencapai Tujuan

Bagi Anda yang datang dari Kota Jakarta, Anda bisa mengambil pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan menuju ke Bandara El Tari Kota Kupang di Provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia. Terlepas dari jaraknya, penerbangan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam dan 55 menit! Setelah tiba di Kota Kupang, tujuan Anda berikutnya adalah Pulau Sabu di mana penduduk setempat tinggal. Namun, disarankan untuk menyewa pemandu lokal.

or cancel