Cari Tempat Wisata


Tradisi Sasi Kepulauan Kei : Wujud Menghormati Bumi di Maluku

Tradisi Sasi Kepulauan Kei : Wujud Menghormati Bumi di Maluku
Kategori : Wisata Budaya & Warisan / Komunitas
Lokasi Indonesia / Maluku
Alamat : Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, Maluku
Views : 542

Kepulauan Kei menawarkan berbagai jenis atraksi, termasuk wisata alam dan budaya. Bagi yang menyukai tradisi lokal, ada Sasi. Ini adalah budaya lokal Suku Kei dan Maluku yang terkenal. Saat ini, wisatawan sering mengambil kesempatan untuk mempelajari tradisi tersebut ketika menghabiskan liburan di Kepulauan Kei. Bagaimanapun, itu adalah budaya yang berharga. Sasi berarti "penghentian konsumsi". Dalam kasus ini, penduduk setempat tidak akan memanen hasil panen dan ikan mereka selama sekitar 6 bulan atau lebih. Tujuannya adalah untuk mempertahankan sumber daya alam dan menghormati bumi.

Tidak semua orang di Maluku menerapkan sasi. Artinya, wisatawan perlu mengunjungi desa-desa tertentu untuk menyaksikan dan mempelajari budaya tersebut secara langsung, termasuk desa-desa di Kei Kecil dan Pulau Kei Besar. Selama acara berlangsung, penduduk setempat tidak akan bekerja baik di pertanian maupun di laut. Mereka hanya bergantung pada cadangan makanannya dan menunggu waktu panen berikutnya. Di penghujung momen sasi, mereka biasanya berkumpul di kolam dan menangkap ikan bersama. Acara ini meriah, jadi wisatawan bisa menikmatinya.

Aktivitas

Sasi memang menjadi daya tarik wisata baru di Kepulauan Kei. Namun, tetap dipertahankan sebagai hukum adat dan memiliki pengaruh signifikan terhadap cara hidup penduduk desa. Tujuannya untuk mengontrol dan mengajarkan bagaimana cara bijak mengelola tanaman. Belum lagi membantu penduduk desa untuk mempertahankan kekayaan sumber daya bahari seperti ikan, terumbu karang, dan ekosistem perairan lainnya. Selain itu, ia memiliki tujuan untuk menghindari eksploitasi sumber daya secara kasar.

Bagi wisatawan, Tradisi Sasi menjadi pengetahuan dan daya tarik baru. Sebenarnya ada dua jenis sasi, yaitu “Sasi Darat” dan “Sasi Laut”. Yang pertama terkait dengan pengelolaan eksploitasi pada tambak atau sumber daya lahan lainnya, sedangkan yang kedua terkait dengan sumber daya air. Ketika orang membawakan “Sasi Laut”, mereka akan membuat papan nama berbentuk jamur (hawear). Setelah tanda ini diberlakukan, tidak ada yang diizinkan membudidayakan ikan atau sumber daya apa pun di lokasi tersebut. Wisatawan pasti akan menikmati prosesi seperti itu!

Memang wisatawan diperbolehkan untuk menyaksikan dan belajar tentang Tradisi Sasi, namun perlu izin. Belum lagi penonton harus menghormati prosesi dan tidak boleh membuat keributan. Pengambilan gambar diperbolehkan, terutama di bagian akhir. Baik Sasi Darat dan Laut sama-sama berharga, jadi setiap orang tidak boleh melewatkannya. Ketika datang ke desa-desa, tempat tradisi itu dilakukan, wisatawan dapat mengunjungi permukiman terdekat di Pulau Kei Kecil atau Kei Besar.

Perjalanan 7 jam menggunakan pesawat ke Bandara Dumatubin tidak akan menjadi beban. Begitu sampai di Kota Langgur, wisatawan bisa langsung menuju ke desa terdekat menggunakan taksi atau layanan transportasi lokal lainnya. Perjalanan ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit hingga 1 jam. Untuk perjalanan yang lebih cepat dan nyaman, mereka bisa memanfaatkan pemandu wisata. Orang ini mengetahui rute terbaik dan fasih berbicara bahasa lokal, yang berguna bagi klien.

or cancel