Cari Tempat Wisata


Putussibau : Kota Tempat Melihat Lebih Dekat Budaya dan Kehidupan Sehari-hari Suku Dayak

Putussibau : Kota Tempat Melihat Lebih Dekat Budaya dan Kehidupan Sehari-hari Suku Dayak
Kategori : Wisata Budaya & Warisan / Kota
Lokasi Indonesia / Kalimantan Barat
Alamat : Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
Views : 4522

Putussibau adalah ibu kota Kapuas Hulu yang berjarak sekitar 800 km dari Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat. Kota ini dihuni sekitar 23.000 jiwa dan menjadi kota terbesar di Kapuas Hulu. Kota ini juga menjadi pintu gerbang ke dua tujuan ekowisata utama di jantung Kalimantan, yaitu Taman Nasional Sentarum dan Taman Nasional Betung Kerihun.

Selain letaknya yang tidak jauh dari Taman Nasional Sentarum atau Taman Nasional Betung Kerihun, Putussibau menyimpan pesona lain sebagai kota yang berada di dekat sungai terpanjang di Indonesia. Bagi masyarakat di Putussibau, keberadaan sungai merupakan pusat kehidupan mereka. Sebagian besar masyarakat, terutama suku Dayak tinggal di rumah panjang yang pernah dihuni puluhan keluarga dan berdiri di dekat sungai. Sungai itu sendiri adalah tempat mencari nafkah (makanan) dan sumber air untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu, sungai ini juga berfungsi sebagai pusat transportasi yang menghubungkan mereka dengan dunia luar.

Sesampainya di Putussibau, jalan-jalan di sekitar tepi sungai Kapuas dan Sungai Embaloh hulu. Tak hanya keindahan alam hijau yang bisa Anda nikmati tapi juga Anda bisa langsung mengetahui kehidupan masyarakat Dayak. Di tepian Sungai Kapuas, berdiri betang Sungai Kapuas (rumah panjang) yang merupakan pemukiman orang Dayak. Dinamakan rumah panjang, karena rumah ini benar-benar panjang dan panjangnya mencapai ratusan meter, terdiri dari banyak bilik atau ruangan. Terbuat dari kayu besi padat berkualitas tinggi, rumah-rumah panjang pernah dihuni oleh puluhan keluarga. Tak heran jika sebuah rumah bisa memiliki lebih dari 50 stand untuk menampung semua anggota keluarga. Sebagai rumah banyak keluarga, rumah menjadi pusat kehidupan lain. Selain sebagai tempat tinggal, rumah juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari masyarakat Dayak, rapat, ritual, upacara, pertunjukan budaya, dan lain-lain.

Ruangan yang disebut Ruai atau pandopo adalah ruang yang tidak terhalang dinding papan. Ruang ini merupakan ruang publik atau halaman bersama untuk bermain, berbaur, rapat, berdiskusi, atau mengadakan upacara adat. Ruangan lain adalah untuk setiap kepala keluarga yang terbatas dengan papan dinding.

Kegiatan sehari-hari yang biasa dilihat di rumah panjang adalah tempat  para wanita sedang sibuk menenun, mengepang atau membuat gelang dan kalung yang akan dijual sebagai suvenir. Sementara itu, para pria sibuk mengukir kayu, menyadap karet, berburu ikan, dan lain-lain.

Selain di Sungai Kapuas dan Sungai Embaloh, rumah-rumah panjang juga bisa ditemukan di sekitar Sungai Uluk Palin. Jaraknya sekitar 30 menit dari pusat kota Putussibau, ada rumah panjang yang dihuni oleh suku Dayak Taman.

Rumah Betang Sungai Uluk Palin adalah salah satu rumah tertua Betang di Kapuas Hulu. Rumah Betang yang dibangun 65 tahun lalu memiliki 54 ruangan terpisah dengan panjang 286 meter. Tiang-tiangnya terbuat dari kayu ulin yang berdiameter diatas 50 centimeter dan tingginya delapan meter. Interior bangunannya relatif murni, disain atau bahan bangunan. Rumah ini menggunakan tongkat untuk mengikat kayu atap. Semat kayu digunakan sebagai perpanjangan pilar pondasi. Terletak di dekat kota Putussibau, rumah Betang di Uluk Palin telah banyak dikunjungi wisatawan. Anda akan disambut dengan ramah, dan tidak dipungut biaya. Anda hanya perlu mengisi buku tamu.

Jika Anda datang pada waktu-waktu tertentu, Anda mungkin bisa menyaksikan upacara adat, Dayak Gawai. Upacara ini merupakan ungkapan syukur kepada Jubata (Tuhan) karena mereka mendapatkan panen yang melimpah, sekaligus meminta agar panen berikutnya akan makmur. Prosesi upacara ini menarik karena melibatkan banyak orang dan memasukkan sejumlah ritual tradisional yang unik.

Anda bisa menginap di rumah betang selama beberapa hari. Pengalaman tinggal di rumah bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan saat Anda merasakan cara hidup tradisional Dayak yang patut dicoba. Makanan akan disediakan oleh tuan rumah dan pastinya akan menjadi pengalaman kuliner yang indah.

Jika ingin menikmati sungai-sungai yang dekat dengan Putussibau, Anda bisa mengikuti tur kapal menggunakan perahu atau perahu motor. Tur kapal dapat membawa Anda ke pinggiran Sungai Kapuas, Teluk Aur, bahkan menuju Danau Sentarum dan Danau Empangau. Di sepanjang jalur sungai, Anda akan bisa melihat desa tepi sungai, rumah antik Betang, melihat aktivitas memancing, bahkan menikmati kekayaan flora dan fauna di sekitar tepian sungai.

Namun, penting untuk diketahui bahwa tur kapal ini memerlukan waktu berjam-jam. Untuk itu, Anda perlu merencanakan perjalanan dan meminta pemandu kapal atau penyewa perahu untuk menjelaskan detail perjalanan. Anda juga bisa memasukkan satu malam di pondok sungai ke jadwal perjalanan Anda. Di Empangau, ada fasilitas akomodasi bagi para wisatawan yang ingin tinggal di daerah tersebut. Dan perlu diketahui bahwa di danau Empanagau, Anda sebaiknya bisa berenang.

or cancel