Cari Tempat Wisata


Wisata Payakumbuh : Kota yang Menawan dan Terbesar Kedua di Sumatera Barat

Wisata Payakumbuh : Kota yang Menawan dan Terbesar Kedua di Sumatera Barat
Kategori : Wisata Budaya & Warisan / Kota
Lokasi Indonesia / Sumatera Barat
Alamat : Payakumbuh, Sumatera Barat
Views : 1835

Terletak sekitar 125 Km sebelah utara Kota Padang, ibu kota Sumatera Barat, Anda akan menemukan diri Anda berada di kota menawan yang dibungkus oleh keindahan alam yaitu Kota Payakumbuh. Dikelilingi oleh berbagai lembah dan lahan hijau yang subur dan menghadap ke panorama dramatis Gunung Singgalang dan Gunung Malintang, Payakumbuh benar-benar tempat terbaik untuk menyegarkan pikiran, tubuh dan jiwa seseorang.

Payakumbuh adalah ibu kota Kabupaten Limapuluh Kota. Dengan luas total 80,42 Km persegi, ini diakui sebagai kota terbesar kedua setelah Padang di Sumatera Barat. Kota ini terdiri dari 3 kecamatan, yaitu: Payakumbuh Barat, Payakumbuh Timur, dan Payakumbuh Utara. Berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, kota ini berfungsi sebagai gerbang timur ke Sumatera Barat dan menghubungkan beberapa kota besar di Sumatera Barat dengan provinsi lain. Payakumbuh juga merupakan pusat ekonomi dan pusat kegiatan Kabupaten Limapuluh Kota serta kabupaten-kabupaten terdekat lainnya termasuk Tanah Datar, Agam, dan Bukittinggi.

Payakumbuh ditandai dengan batu megalitik yang ditemukan di berbagai tempat di dalam dan sekitar kota yang berasal dari zaman prasejarah. Asal dan catatan sejarah batu-batu ini tidak diketahui, namun mereka membuktikan bahwa Payakumbuh telah dihuni sejak zaman kuno.

Pada masa penjajahan Belanda, kota ini memainkan peran penting dalam Perang Padri  yang berlangsung dari tahun 1803 sampai 1821. Pemerintah kolonial Belanda kemudian membangun kota yang dihubungkan sebagai satu dengan permukiman Nagari Aie Tabik. Untuk tujuan ini, pada tahun 1840 Belanda membangun jembatan batu yang menghubungkan Nagari Aie Tabik ke pusat kota Payakumbuh. Jembatan itu kemudian dikenal sebagai Jembatan Ratapan Ibu. Nama tersebut dikatakan berasal dari sebuah tragedi dimana anak-anak Payakumbuh dikuasai oleh tentara Belanda, sehingga ibu mereka menangis tersedu-sedu.

Sebagai jantung budaya asli Minangkabau di Sumatera Barat, kota ini juga merupakan rumah bagi Randai tradisional yang menggabungkan seni bela diri, koreografi tari, dan musik. Pertunjukan Randai biasanya disertai dengan suara tradisional Talempong dan Saluang yang menghasilkan musik khas Minangkabau.

Daya tarik unik Payakumbuh adalah lomba bebek tradisional yang disebut Pacu Itik, yang biasanya diadakan di antara nagari (permukiman). Dalam balapan tunggal, 8 bebek bersaing satu sama lain di trek balap sejauh 800 meter.

Aktivitas

Di antara beberapa tempat menarik yang bisa Anda kunjungi di Payakumbuh adalah:

Jembatan Ratapan Ibu

Ini adalah monumen yang memperingati tragedi tersebut saat ibu anak-anak Payakumbuh menangis atas pembantaian anak-anak mereka. Jembatan itu masih berdiri sampai sekarang, sebagai simbol keberanian kaum muda Payakumbuh pada saat Perang Padri.

Makam Suci Tanjung Lilin

Terletak di Kenagarian Taeh Baruah, sekitar 8km dari pusat kota Payakumbuh, makam ini mudah dijangkau. Meskipun berada di dekat desa, makam ini memancarkan ketenangan dan suasana damai. Makam tersebut dikatakan milik Syech Yusuf, seorang guru agama yang mengembara yang menyebarkan Islam dari Aceh ke Malaysia.

Masjid Tuo Koto Nan Ampek

Terletak sekitar 2 Km dari pusat kota Payakumbuh di Desa Balai Nan Duo Koto Nan Ampek, Masjid ini dibangun pada zaman Kolonial Belanda. Meski diperkirakan lebih dari 100 tahun, masjid yang menggunakan kayu kelapa masih dalam kondisi baik.

Ngalau Indah

Ngalau Indah Payakumbuh adalah taman hutan konservasi yang menawarkan pemandangan yang indah dan suasana santai. Inilah tempat terbaik untuk menyerap seluruh keindahan alam Payakumbuh.

Ngalau Sampik

Ngalau Sampik terletak di sebelah Ngalau Indah dan menawarkan panorama alam yang mempesona.

Panorama Ampangan

Panorama Ampangan terletak di perbukitan Kenagarian Aur Kuning. Menghadap ke hamparan ladang hijau yang subur, ini adalah tempat terbaik untuk bersantai dari aktivitas sehari-hari yang ramai.

Puncak Simarajo

Terletak di dekat Ngalau Indah, puncak Simarajo menawarkan pemandangan indah hutan hujan tropis dan padang hijau di Payakumbuh.

Makanan

Mengunjungi Payakumbuh tidak akan lengkap tanpa menggigit Batiah. Terbuat dari beras, Batiah merupakan camilan tradisional asli Payakumbuh, sehingga kota ini juga dikenal sebagai kota Batiah. Selain Batiah, Anda mungkin juga ingin mencoba beberapa masakan khas Payakumbuh seperti gelamai, bareh randang, kipang, randang baluik, rondang talua, dan martabak talua.

Penginapan

Terdapat beberapa pilihan hotel yang cukup nyaman di Kota Payakumbuh, antara lain ada Hotel Bambu, Hotel Bundo Kandung, dan Hotel Mangkuto.

Perjalanan atau Rute Menuju Payakumbuh

Ada sejumlah angkutan umum yang bisa membawa Anda dari Padang ke Payakumbuh yang akan dikenakan biaya antara Rp30.000 sampai Rp40.000. Kota ini juga terletak dekat dengan Bukittinggi. Namun, untuk kenyamanan Anda mungkin ingin menyewa mobil dari Padang. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 2,5 - 3 jam. Payakumbuh juga bisa diakses dari Pekanbaru di Provinsi Riau.

or cancel