Cari Tempat Wisata


Wisata Samarinda : Beberapa Tempat Wisata yang Harus Dikunjungi

Wisata Samarinda : Beberapa Tempat Wisata yang Harus Dikunjungi
Kategori : Wisata Budaya & Warisan / Kota
Lokasi Indonesia / Kalimantan Timur
Alamat : Samarinda, Kalimantan Timur
Views : 145

Kerajaan telah dibangun dan dihancurkan di sepanjang Sungai Mahakam Kalimantan. Samarinda adalah ibu kota provinsi Kalimantan Timur di Pulau Kalimantan. Kota ini terletak di tepi Sungai Mahakam.

Dengan posisinya di ujung Sungai Mahakam yang perkasa, Samarinda terasa eksotis. Terbentang di kedua sisi sungai - meskipun pusat kota merupakan daerah yang relatif padat di tepi utara - lahan Samarinda telah dibuka untuk penambangan batu bara, mengakibatkan banyak dampak kesehatan dan lingkungan, dan menyebabkan hotel-hotel mengiklankan 'ruang bebas banjir' mereka.

Samarinda memiliki berbagai akomodasi dan layanan yang layak, sehingga sebagian besar wisatawan menghabiskan satu atau dua hari di sini untuk mempersiapkan petualangan sungai atau perjalanan hutan ke utara.

Jelajahi Sungai Mahakam

Menjelajahi Sungai Mahakam dan suku-suku lokal yang tinggal di tepian sungai merupakan keharusan mutlak. Jika Anda penggemar wisata petualangan, Anda akan terpesona oleh pertunjukan tari yang biasanya berlangsung di sini saat turis datang. Sungai ini sangat indah saat matahari terbit atau terbenam, jadi cobalah rencanakan perjalanan Anda sekitar pagi atau sore / sore hari. Ada beberapa hotel di area ini, tetapi pergilah ke Melka jika Anda punya waktu. Perjalanan yang panjang untuk sampai ke sana (30 jam dengan perahu!), Tetapi Anda akan menemukan cagar alam anggrek yang spektakuler dan alam yang menakjubkan.

Kunjungi Kota Pelabuhan

Samarinda bukan saja terkenal dengan produksi kayunya, tetapi juga merupakan kota pelabuhan penting. Pelabuhan ini menjadi semakin populer sejak tahun 1970-an karena produksi kayunya, dan meskipun tidak terlalu menarik, namun berfungsi sebagai pintu gerbang ke daerah yang lebih terpencil di provinsi tersebut.

Melihat Air Terjun Tanah Merah

Air terjun cantik ini terletak sekitar 14 km dari Samarinda. Ini menyediakan pemandian, tempat berlindung, dan paviliun untuk beristirahat, yang menjadikannya tujuan perjalanan sehari yang sempurna. Ingatlah untuk membawa kamera dan pakaian renang Anda! Tanah Merah bisa dicapai dengan mobil atau transportasi umum.

Flora

Kalimantan Timur memiliki setidaknya 300 spesies anggrek liar. Anggrek liar sulit dibudidayakan dan sekali habitatnya rusak, hampir tidak mungkin anggrek tersebut dapat bertahan hidup. Kerusakan akibat kebakaran tahun 1997 merupakan kerugian besar bagi bangsa.

Cagar alam ini terkenal karena Anggrek Hitamnya yang langka (Coelogyne pandurata), yang hanya ditemukan di wilayah ini. Tumbuh di semak-semak, Anggrek Hitam mekar antara bulan April dan Desember. Faktanya, itu adalah periode terbaik untuk mengunjungi cagar alam ketika semua anggrek sedang mekar penuh dan yang bisa Anda lihat hanyalah sejumlah besar anggrek berwarna-warni. Anggrek hitam pekat adalah lambang Kalimantan.

Suku Dayak

Kebakaran hutan tetap menjadi ancaman utama bagi cagar alam. Kersik Luway, menurut penjaga hutan cagar, telah empat kali dilanda kebakaran hutan. Pertama pada tahun 1982, kemudian 1994, 1997 dan 2000. Tanda-tanda kebakaran masih terlihat. Kulit pohon arang terlihat berdiri, sementara rumput tinggi dan semak mendominasi lanskap yang luas. Meski memiliki bekas luka, cagar alam ini masih menyimpan keindahannya.

Kersik Luway, menurut masyarakat Dayak, digunakan sebagai tempat peribadahan. Ratusan tahun silam, Kersik Luway merupakan tempat suci masyarakat Dayak Tunjung dan Benuaq. Nuansa magis dan tenang membuatnya sakral.

Masyarakat adat yang mendiami Kersik Luway tidak berani mencari kayu, berburu, atau melakukan kegiatan eksploitasi. Penduduk asli menganggap tempat itu sebagai rumah nenek moyang yang sakral, dan keheningan tidak boleh diganggu. Mungkin inilah alasan mengapa pasir ini dinamakan Kersik Luway, yang dalam bahasa aslinya berarti “pasir yang damai”. Kersik Luway merupakan kawasan yang unik dan eksotis, keindahan alamnya belum banyak dikenal. Untuk mencapainya, Anda bisa menyusuri Sungai Mahakam dengan menggunakan mobil atau taksi, atau melakukan perjalanan ke Samarinda lalu ke Tenggarong. Dari Tenggarong, lanjutkan ke Malak.

Perjalanan darat melewati jalan yang sangat bergelombang. Selain menuju ke sana melalui jalan darat, Anda juga bisa naik perahu; dibutuhkan satu hari penuh dan malam untuk mencapai situs melalui sungai (lebih dari 24 jam). Sambil berwisata menyusuri sungai, Anda bisa menikmati kehidupan sungai, dengan desa nelayan dan bertani di sepanjang Sungai Mahakam.

or cancel