Cari Tempat Wisata


Museum Kereta Api Ambarawa : Tempat Mengenal Lebih Dalam Sejarah Kereta Api di Indonesia

Museum Kereta Api Ambarawa : Tempat Mengenal Lebih Dalam Sejarah Kereta Api di Indonesia
Kategori : Wisata Budaya & Warisan / Museum
Lokasi Indonesia / Jawa Tengah
Alamat : Museum Kereta Api Ambarawa, Ambarawa, Jawa Tengah
Views : 129

Pada tanggal 21 Mei 1873, Stasiun Kereta Ambarawa dibangun dan dinamai sebagai Stasiun Kereta Api Willem I karena merupakan raja Belanda Willem I yang memerintahkan perkembangannya. Ada dua jenis rel kereta api yang beroperasi dari Ambarawa. Rel berukuran  8.5ft 8.5d yang melewati Kedungjati ke arah timur laut, dan rel berukuran  3ft 6in yang melaju ke selatan menuju Yogyakarta melalui Magelang. Ambarawa merupakan hub antara dua wilayah yang memiliki ukuran rel yang berbeda.

Karena operasi lintasan berukuran 6ft 3ft direncanakan untuk menutup, Museum Kereta Api Ambarawa dibangun dan dibuka pada tanggal 6 Oktober 1976 untuk melestarikan banyak lokomotif dan semua mobil. Komponen yang paling penting antara lain dalam pelestariannya adalah lintasan kereta api bergerigi yang memungkinkan kereta api yang sedang berjalan di Ambarawa untuk mendaki.

Batang besi bergerigi saat ini masih bisa dilihat di sepanjang garis antara Jambu dan Secang. Jalur lain di Indonesia dapat ditemukan di Sawahlunto, Sumatra Barat. Kota Ambarawa berada di ketinggian 474 meter di atas permukaan laut, sementara Jambu berukuran 478 meter, melewati Bedono di ketinggian 711 meter dengan jarak kurang dari 5 kilometer. Lintasan itu kemudian turun ke Secang pada ketinggian 466 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar lintasan ditutup pada tahun 1970an dengan pengembangan sistem jalan yang lebih baik antara Semarang dan Yogyakarta yang membuat jalur kereta api menjadi pilihan yang lambat. Saat ini sejumlah kecil masih beroperasi untuk wisatawan dan charter selama musim kemarau dari bulan Juni sampai Agustus.

Anak-anak di desa akan datang dan menghibur kereta saat lewat. Ini cukup tontonan bagi penumpang dan penduduk desa.

Saat ini, Museum Kereta Api Ambarawa menyimpan 21 lokomotif uap, dengan empat masih beroperasi. Di antara lokomotif uap ada dua B25 0-4-2T B2502 / 3, dari armada asli lima yang digunakan oleh lintasan sekitar 100 tahun yang lalu. B2501 sekarang dipelihara di taman kota terdekat. Sisanya adalah E10 0-10-0T E1060 yang dulunya digunakan di Sawahlunto, Sumatra Barat, dan 2-6-0T C1218, lokomotif konvensional. Perabot, telepon, dan sinyal kereta tua dan lonceng juga merupakan bagian dari koleksi yang bisa mengungkapkan kisah menarik tentang petualangan Jawa kuno.

or cancel

Tempat Wisata Lainnya di Jawa Tengahmore »